Berpikir dan Intelegensi

BERPIKIR DAN INTELEGENSI

1. PROSES BERPIKIR

A. Berbagai cara pemecahan masalah

    Proses pemecahan masalah disebut berpikir.Dalam memecahkan tiap masalah timbullah dalam jiwa kita berbagai kegiatan,antara lain:
  1. Kita menghadapi suatu situasi yang mengandung masalah,pertama-tama kita mengetahui lebih dulu apa masalahnya,atau apakah yang kita hadapi itu suatu masa
  2. Bagaimanakah masalah itu dapat dipecahkan
  3. Hal-hal manakah yang sekira dapat membantu pemecahan masalah tersebut.
  4. Apakah tujuan masalah itu dipecahkan
    Ada beberapa faktor yang tidak dapat ditinggalkan dalam berpikir yaitu bagaimana memecahkannya,apa tujuannya,faktor-faktor apa yang membantu.Maka dalam berpikir sering timbul pertanyaan apa,mengapa,bagaimana untuk apa dan sebagainya.Diantra faktor-faktor tersebut tujuan adalah menentukan,karena kalau orang memandang situasi itu tidak mengandung masalah,dengan sendirinya tidak memahami tujuan memecahkan masalah tersebut,kemungkinan besar situasi yang dihadapi tidak perlu dihadapi dengan berpikir.
    Tingkat suatu masalah menentukan proses pemecahan yang digunakan,tidak semua masalah sama tingkat kesukarannya dan tidak setiap masalah dapat dipecahkan dengan cara yang sama.
    Dari bermacam-macam masalah ada pula bermacam-macam cara pemecahan antara lain:
  1. Dengan instink
  2. Dengan kebiasaan-kebiasaan
  3. Dengan aktifitas pikir
B. Proses berpikir dan kegiatan jiwa dalam berpikir
a.Proses berpikir dalam memecahkan masalah :
– Ada minat untuk memecahkan msalah
– Memahami tujuan pemecahan masalah itu
– Mencari kemungkinan-kemungkinan pemecahan
– Menentukan kemungkinan mana yang digunakan
– Melaksanakan kemungkinan yang dipilih untuk memecahkan masalah
b. Dalam proses berpikir timbul kegiatan-kegiatan jiwa:
– Membentuk pengertian
– Membentuk pendapat
– Membentuk kesimpulan
2. PENGERTIAN
1. Apakah pengertian itu?
    Pengertian adalah hasil proses berpikir yang merupakan rangkaian sifat-sifat pokok dari suatu barang atau kenyataan yang dinyatakan dalam suatu perkataan.
2. Perbedaan antara tanggapan dan pengertian
    Tanggapan adalah hasil pengamatan yang merupakan gambaran/lukisan/kesan dari pengamatan yang tersimpan dalam jiwa.
    Pengertian adalah hasil berpikir yang merupakan rangkuman sifat-sifat pokok dari suatu barang kenyataan yang dinyatakan dengan suatu perkataan.
3. Pengertian lengkap dan tidak lengkap
    Pengertian itu akan menghasilkan pengertian yang lengkap dan kurang lengkap,segala pokok sifat-sifat pokok pada barang itu belum seluruhnya dimengerti.Dengan pengamatan yang berulang-ulang,pengertian kita terhadap sesuatu makin menjadi lebih terang,sifat-sifat pokoknya kita mengerti dan sifat-sifat yang baik pokoknya kita ketahui pula,makin lengkapnya pengertian,kita tidak semata-mata tergantung pada pengurangan pengamatan saja,tetapi kegiatan pikiran kita sangat berpengaruh pula.
4. Pengertian empiris dan pengertian logis
    Pengertian empiris disebut pula pengertian pengalaman,yakni pengertian yang dibentuk dari pengalaman hidup sehari-hari.
    Pengertian logis yaitu pengertian yang biasanya diperoleh dengan aktifitas fikir dengan sadar dan sengaja memahami sesuatu,pengertian logis ini juga banyak digunakan dalam kalangan ilmu pengetahuan,maka disebut juga pengertian ilmiah.

 
5. Isi dan luas pengertian
a. Isi pengertian yaitu segala sifat-sifat yang terdapat pada segala barang kenyataan yang tercantum dalam pengrtian itu.
b. Luas pengertian yakni banyaknya barang-barang yang terdapat masuk kedalam pengertian dan dapat dikenakan padanya sifat-sifat dari isi pengertian itu.

6. Pengertian tinggi dan pengertian rendah

    Pengertian tinggi:dikatakan pengertian tinggi kalau pengertian itu mempunyai unsur-unsur /sifat-sifat yang tidak banyak dan pengertian itu meliputi barang-barang yang banyak jumlahnya.
    Pengertian rendah:dikatakan pengertian rendah kalau pengertian itu mempunyai unsur-unsur/sifat-sifat yang banyak dan karenanya pengertian itu hanya meliputi barang-barang yang sedikit jumlahnya.

7. Proses membentuk pengertian logis

    Pembentukkan pengertian logis melalui 4 proses:

a). Proses analisis(menguraikan),yang dimaksud ialah menguraikan unsur-unsur/sifat-sifat /ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis.
b). Proses komparasi(membandingkan)yang dimaksud ialah membandingkan unsur-unsur/sifat-sifat yang telah dianalisa,langkah analisa ini mana unsur yang bersamaan,mana sifat-sifat yang umum dan mana sifat-sifat yang termasuk sifat kebetulan/tambahan.
c). Proses abstraksi(menerangkan),yang dimaksud ialah menyisihkan sifat-sifat kebetulan/tambahan dari sifat-sifat umum dan yang tertinggal hanya sifat-sifat umum saja.
d). Proses kombinasi(menggabung,merangkum),yang dimaksud ialah sifat umum yang bersamaan kita rangkum,lalu kita tetapkan menjadi definisi.

8. Paedah pengertian

a). Pengertian sangat berguna bagi kehiupan sehari-hari

    Tiap-tiap manusia sejak kecil sudah belajar dan mempunyai banyak pengertian,kebanyakan orang mengenal pengertian barang-barang atau hal-hal yang berhubungan dengan keperluan sehari-hari dan hal ini tergantung pada kepentingan masing-masing.

b). Pengertian membantu kita dapat berpikir cepat

    Dalam memecahkan masalah kita perlu berpikir,dan dalam berpikir kita sangat membutuhkan pengertian-pengertian.kurangnya.pengertian akan menghambat kerja pikir kita.

3. PENDAPAT

1. Apakah pendapat itu?

    Kecuali pembentukkan pengertian,kegiatan jiwa yang lain dalam berpikir adalah pembentukkan pendapat.
    Pendapat adalah hasil pekerjaan pikir meletakkan hubungan antara tanggapan yang satu dengan yang lain,antara pengertian satu dengan pengertian yang lain,yang dinyatakan dalam suatu kalimat.

2. Proses pembentukkan pendapat

  1. Menyadari adanya tanggapan/pengertian,karena tidak mungkin kita membentuk pendapat tanpa menggunakan pengertian atau tanggapan.
  2. Menguraikan tanggapan/pengertian
  3. Menentukan hubungan logis

3. Pendapat tunggal dan majemuk

    Kalau dalam rangkaian kata-kata terdiri dari 2 pengertian yang dirangkumkan menjadi satu kalimat disebut pendapat tungal,misalnya Rumah itu besar.
    Kalau dalam suatu rangkaian kata-kata terdiri dari dua pengertian yang dirangkumkan menjadi beberapa pendapat dikatakan pendapat majemuk.Misal Rumah itu besar dan sekarang akan di bongkar.

4. KESIMPULAN.

    Konklusi atau kesimpulan adalah suatu pendapat baru yang dibentuk dari pendapat-pendapat lain yang telah ada.
Macam-macam kesimpulan:
1. Kesimpulan deduktif
Yaitu kesimpulan yang dimulai dari hal-hal umum menuju kepada hal-hal yang husus/hal-hal yang lebih rendah       

 

 

Prinsip-prinsip deduktif
  1. Syllogisme adalah apa yang dipandang benar pada semua pendapat/peristiwa yang ada pada suatu jenis berlaku pada semua pendapat/peristiwa yang sejenis pula.

Contoh:semua manusia akan mati

    Amin adalah manusia

    Jadi Amin akan mati(konklusi)

Jadi alat untuk mencapai pengetahuan dengan jalan deduksi disebut Syllogism.

  1. Mayor dan minor
Contoh:”semua manusia akan mati(premis mayor/pertama/pendapat besar).
    “Amin akan mati”(konklusi/kesimpulan)
    “Amin adalah manusia kecil”(premis minor/kedua/pendapat kecil            Jadi syllogisme adalah rangkaian dari premis mayor,premis minor dan konklusi.
  1. Suku tengah yaitu dapat menarik kesimpulan dari dua pendapat kalau pendapat pertama dan kedua tersebut mempunyai suatu unsur(term)yang sama,seperti
Contoh:terlihat (manusia merupakan unsur yang sama,maka kedudukan manusia disitu disebut suku tengah.
  1. Kelemahan-kelemahan kesimpulan deduktif

Kesimpulan deduktif dibentuk berdasarkan pendapat-pendapat yang ada,maka ada kalanya kesimpulan deduktif ini tidak tepat atau salah.

Kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi antara lain :
– Kesalahan material yakni kesalahan dari isi premise mayor,misal : semua orang yang rajin bekerja menjadi kaya,pada contoh tersebut tidak mempunyai isi yang benar,karena semua orang yang bekerja rajin belum tentu menjadi kaya.
– Kesalahan-kesalahan formal,kesalahan ini tidak terdapat pada isi premisnya,tetapi pada jalan deduksinya.


 


 

2. Kesimpulan induktif

Yaitu kesimpulan yang dimulai dari hal-hal yang husus menuju pada hal-hal yang umum.

Proses pembentukan kesimpulan Induktif ini dimulai dari situasi yang konkrit menuju ke hal-hal abstrak dari pengertian yang rendah kepada pengertian-pengertian yang lebih tinggi/umum.

3. Kesimpulan Analogi.

Yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan situasi sebelumnya.Dalam berpikir Analogis kita meletakan suatu hubungan baru berdasarkan hubungan-hubungan baru itu.
Generalisasi :
Dalam berpikir Analogis kemungkinan timbul kesimpulan yang berdasarkan penyamarataan ( generalisasi ) missal :
– Diki seorang yang kejam
– Riki anak Diki yang sulung mempunyai sifat kejam
– Irfan adik Riki yang terkecil tentu akan menjadi orang yang kejam pula

Jadi Generalisasi dapat mengandung kesalahan yang benar.

5. BENTUK-BENTUK BERPIKIR.

1. Berpikir dengan pengalaman ( routine thinking )

    Dalam bentuk berpikir ini kita banyak giat menghimpun berbagai pengalaman, dari berbagai pengalaman pemecahan masalah yang kita hadapi kadang-kadang satu pengalaman dipercaya atau dilengkapi oleh pengalaman-pengalaman yang lain.

2. Berpikir representatif.

    Dengan berpikir representatif,kita sangat bergantung pada ingatan-ingatan dan tangggapan saja.Tanggapan-tanggapan dan ingatan-ingatan tersebut kita gunakan untuk memecahkan masalah yang kita hadapi.

3. Berpikir kreatif.

    Dengan berpikir kreatif,kita dapat menghasilkan sesuatu yang baru,menghasilkan penemuan-penemuan yang baru,tetapi berpikir untuk menghasilkan sesuattu de
ngan mengunakan metode-metode yang telah dikenal maka dikatakan berpikir produktif.
4. Berpikir reproduktif.                           
Dengan berpikir ini,kita tidak mneghasilkan sesuatu yang baru,tetapi hanya sekedar memikirkan kembali dan mencocokkan dengan sesuatu yang telah dipikirkan sebelumnya.

5. Berpikir rasional.

    Untuk menghadapi suatu situasi dan memecahkan masalah digunakan cara-cara berpikir logis.Untuk berpikir tidak hanya sekedar mengumpulkan pengalaman dan membandingkan hasil berpikir yang telah ada,melainkan dengan keaktifan akal kita memecahkan masalah.

6. TINGKAT-TINGKAT BERPIKIR.

1. Berpikir kongkret.

    Dlam tingkatan ini kegiatan berpikir masih memerlukan situasi-situasi yang nyata/kongkrit.Tingkat berpikir ini pada umumnya dimilki oleh anak-anak kecil.Konsekuensi dedaktif pelajaran hendaknya disajikan dengan peragaan langsung.

2. Berpikir skematis.

    Dalam berpikir ini memecahkan suatu masalah dibantu dengan penyajian bahan-bahan,skema-skema,coret-coret,diagram,simbol dan sebagainya.

3. Berpikir abstrak.

    Kita berhadapan dengan situasi dan masalah yang tidak berujud.Akal pikiran kita bergerak bebas dalam alam abstrak.Baik situasi-situasi nyata maupun bagan-bagan/simbol-simbol/ gambar-gambar stematis tidak membantunya.Gejala pikiran tidak berdiri sendiri,melainkan tanggapan,ingatan membantunya.Tingkat ini dikatakan tingkat berpikir yang tertinggi.Biasanya kemampuan berpikir abstrak ini dimiliki oleh orang dewasa.

7. INTELIGENSI ( Kecerdasan )

1. Pengertian inteligensi

– Intelek 😦 pkiran ),dengan intelek orang dapat menimbang,menguraikan,menghubung-hubungkan pengrtian satu dengan yang lain dan menarik kesimpulan.
Inteligensi : ( kecerdasan pikiran ), dengan inteligensi fungsi pikir dapat digunakan dengan cepat dan tepat untuk mengatasi suatu situasi/untuk memecahkan suatu masalah.Jadi inteligensi adalah situasi kecerdasan pikir,sifat-sifat perbuatan cerdas ( intelegen ).

2. Tingkat-tingkat kecerdasan.

a) Kecerdasan binatang

    Ada beberapa ilmuan yang melakukan percobaan terhadap kecerdasan binatang,diantaranya :
– W.Kohler ( ahli ilmu jiwa Jerman ) dengan percobaannya seekor kera dikurung dalam sebuah kandang, diluar kandang diletakkan sebuah pisang yang jauh jaraknya.Dalam kandang diletakkan sebuah tongkat.Ternyata setelah kera tersebut tidak dapat meraih pisang maka diambillah tongkat didalam kandang tersebut untuk meraih pisang untuk dimakannya.
– Percobaan kedua juga dilakukan oleh W.Kohler seekor kera dikurung didalam kandang.Diluar kandang diletakkan sebuah pisang yang tidak terjangkau oleh kera.Didalam kandang diletakkan dua buah tongkat yang tidak terjangkau juga untuk meraih pisang.Setelah dicobanya meraih pisang berkali-kali ternyata tidak berhasil,maka disambunglah kedua tongkat tersebut sehingga akhirnya pisang berhasil diraihnya.
Dari kedua percobaan tersebut ternyata kera berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan, padanya timbul sesuatu yang baru, ialah prbuatan yang terkandung didalam bentuk kekakuan naluri.
    Kecerdasan pada binatang sangat terbatas,yakni terikat pada suatu yang kongkrit.

b) Kecerdasan anak-anak

    Yang dimaksud anak-anak di sini adalah anak-anak kecil lebih kurang umur 1 tahun dan belum dapat berbahasa.
    Boutan telah mempelajari dan memperbandingkan perbuatan cerdas kera dengan anak-anak kecil, hasil dari penyelidikannya antara lain :
– Anak-anak kecil yang berumur + 1 tahun ( belum dapat berbicara ) tingkat kecerdasannya hampir sama dengan kera
– Kemampuan mempergunakan bahasa ( berbicara ) merupakan garis pemisah antara hewan dengan manusia.
– Anak yang sudah dapat berbicara lebih cepat memperoleh penyelesaian tentang masalah yang dihadapi.
– Dalam segala pernyataan fungsi jiwa, bahasa merupakan suatu momen yang sangat penting.Salah satu momen yang terpenting dalam bentuk kelakuan inteligen manusia adalah bahasa.Dengan bahasa kita dapat membentuk dunia baik yang kongkrit maupun abstrak.

c) Kecerdasan manusia

    Beberapa hal yang merupakan ciri kecerdasan manusia antara lain :
  1. Penggunan bahasa.
– Dengan bahasa, manusia dapat menyatakan isi jiwanya ( fantasi, pendapat, perasaan dan sebagainya ),
– Dengan bahasa, manusia dapat berhubungan dengan sesama.
– Dengan bahasa, manusia dapat membeberkan segala sesuatu, baik yang lalu, yang sedang di alami, dan yang belum terjadi, baik mengenai barang-barang yang kongkrit maupun hal-hal yang abstrak.
– Dengan bahasa, manusia dapat membangun kebudayaan.
  1. Penggunaan perkakas.
Kata Bergson, perkakas adalah merupakan sifat terpenting dari pada kecrdasan manusia, dengan kata lain : perkataan, perbuatan cerdas manusia dicirikan dengan bagaimana mendapatkan, bagaimana membuat, dan bagaimana mempergunakan perkakas.
Perkakas adalah sifat, tetapi semua alat merupakan perkakas.Perkakas mempunyai fungsi yang sama, tetapi mempunyai pengertian yang lebih luas.Perkakas adalah objek yang telah dibuat/diusahakan dan diubah sedemikian rupa sehingga dengan mudah dan dengan cara yang tepat dapat dipakai untuk kesulitan atau mencapai sesuatu maksud.
Perbedaan antara binatang dan manusia :
Binatang: Dalam mengatasi kesulitan hidup atau mencapai maksud sebagian dipakai alat yang menjadi miliknya, misalnya paruh, kuku, sayap dan sebagainya.
Manusia : Menemukan, manggunakan, membuat dan memelihara perkakas.Untuk mangatasi berbagai problem hidup banyak dipergunakan
be
rbagai perkakas dan perkakas itu selalu dikembangkan, disempurnakan menurut keperluan hidup, antara lain penggunaan api untuk keperluan hidup, lokomotif, timbangan, alat-alat komunikasi dan sebagainya.

a) Mendapatkan perkakas

Kecerdasan manusia mendorong untuk mandapatkan segala sesuatu yang dapat memudahkan usaha manusia mencapai kebutuhan-kebutuhan hidup.
b) Membuat perkakas
    Perkakas yang digunakan oleh manusia tidak hanya sekedar diambil dari lingkungan sekitarnya, tetapi manusia juga membuat perkakas untuk keperluannya.Pembuatan perkakas adalah perbuatan yang serempak antara kecerdasan dan keprigelan tangan.Pembuatan perkakas selalu membutuhkan pendapat tentang tujuan, untuk apa alat dibuat ? Penjelasan perkakas tersebut dengan tujuan dan hubungan antara tangan dan perkakas yakni dapatkah tangan membuat alat itu dan dapatkah tangan menggunakan alat-alat itu ?
c) Memelihara perkakas
    Manusia dapat memelihara dan mengembangkan perkakas-perkakas untuk keprluan di masa-masa yang akan datang.
3. Macam-macam Inteligensi :
a) Inteligensi terikat dan bebas
    Inteligensi terikat ialah inteligensi suatu makhluk yang bekerja dalam situasi-situasi pada lapangan pengamatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan vital yang harus segera dipuaskan.
    Inteligensi bebas terdapat pada manusia yan berbudaya dan berbahasa.Dengan inteligensinya orang selalu ingin mendapat perubahan-perubahan untuk mencapai suatu tujuan.
b) Inteligensi menciptakan ( kreatif ) dan meniru ( eksklusif )
    Inteligensi mencipta ialah kesanggupan menciptakan tujuan-tujuan baru dan mencari alat-alat yang sesuai guna mencapai tujuan itu.Inteligensi kreatif menghasilkan pendapat-pendapat baru seperti kereta api, radio, listrik, kapal terbang dan sebagainya.
    Inteligensi meniru yaitu kemampuan menggunakan dan mengikuti pikiran atau hasil penemuan orang lain, baik yang dibuat, yang diucapkan maupun yang ditulis.
4.Faktor-faktor yang menentukan inteligensi manusia.
a) Pembawaan
    Inteligensi bekerja dalam suatu situasi yang berlain-lainan tingkat kesukarannya.sulit tidaknya mengatasi persoalan ditentukan pula oleh pembawaan.
b) Kematangan
    Kecerdasan tidak tetap statis, tetapi dapat tumbuh dan berkembang.Tumbuh dan berkembangnya inteligensi sedikit banyak sejalan dengan perkembangan jasmani, umur dan kemampuan-kemampuan lain yang telah dicapai ( kematangan ).
5.Macam-macam test Inteligensi
1) Test Binet – Simon
2) Test Tentara ( Army mental test ) di Amerika
3) Mental – test :
    Jenis test ini tidak hanya menyelidiki kecerdasan saja, tetapi untuk menyelidiki keadaan jiwa dan kesanggupan jiwa.
4) Scholastik – test
    Test ini tidak hanya untuk menyelidiki kecerdasan anak, tetapi untuk menyelidiki sampai dimana kemampuan dan kemajuan anak atau kelas dalam mata pelajaran sekolah.
8. INTUISI
– Intuisi berasal dari Intueri yang artinya mengindera dengan jiwa, memandang dengan batin.Kata lain dari intuisi adalah ilham artinya bisikan kalbu atau suara kalbu.
– Intuisi ialah kemampuan jiwa manusia dalam mendapatkan kesimpulan dari suatu soal tanpa uraian, tanpa ketenangan dan tanpa analisa apapun.
– Intuisi tidak berdasarkan proses berpikir yang berturut-turut, tidak berdasarkan pertimbangan dan perhitungan seksama.
– Intuisi terjadi sama halnya dengan perbuatan instinktif, yakni tidak dengan aktivitas pikir, tetapi tidak sama dengan instink.
– Intuisi memberi suatu keyakinan langsung terhadap pnyelesaian suatu masalah tanpa pertimbangan pikir, tidak dengan uraian, penyelidikan, dan pembuktian apapun.
– Intuisi banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang mempunyai nilai yang baik, tetapi kadang-kadang berakibat yang tidak menyenangkan.            – Biasanya wanita lebih intuiktif dari pada pria, hal ini disebabkan karena wanita lebh banyak menggunakan perasaannya.
-Para seniman lebih banyak bekerja dengan menggunakan aktivitas emosinya.Maka datangnya suatu ilham bagi seniman mempunyai arti penting dalam mengerjakan karya seninya.
– Berpikir adalah berbicara batin yang tidak terdengar.
– Berbicara ( berbahasa ) adalah berpikir yang terdengar.
9. KORELASI
    Dalam mempelajari kejiwaan manusia, lebih banyak kita hanya menginterpretasi (menafsir) gejala-gejala yang nampak dan dapat kita amati.
    Macam-macam korelasi :
  1. Korelasi positif : adanya hubungan yang bersesuaian antara gejala satu dengan gejala lain, kemampuan satu dengan kemampuan lain.Misalnya : ada hubungan yang bersesuaian antara menggambar dan menyanyi.
  2. Korelasi negatif : tidak adanya hubungan yang bersesuaian atau sejalan antara kedua sifat, gejala atau kemampuan, misalnya tidak ada hubungan yang bersesuaian antara minat musik dan ilmu pasti.
  3. Korelasi kausal : causa = sebab ; kausalitas = sebab musabab) hubungan bersesuaian antara dua hal yang dapat dipahamkan, bahwa yang satu menjadi timbulnya yang lain.Misalnya buruknya keadaan masyarakat dan kejahatan, pemanjaan dan penyelewengan.
10. GANGGUAN BERPIKIR
    Beberapa gangguan berpikir antara lain :
  • Oligoprenia = tuna kecerdasan ( oliges = sedikit , phren = jiwa,pikiran ). Penderitaan oligoprenia seolah-olah dilahirkan dengan bekal-bekal yang terbatas, dan perkembangan inteleknyapun terbatas pula.
  • Idiola = ketunaan yang terberat, terdapat tanda-tanda tidak ada kemampuan memenuhi hidup sendiri, sukar mengembangkan diri.
  • Imbesila : dungu, lebih ringan daripada idiot.Orang yang imbesila sudah dapat mandi sendiri,makan sendiri, hanya tingkat perkembangannya terbatas.
  • Debilita : tolol,moron, lemah kemampuan, kemampuannya mendekati orang yang normal namun tarap kemajuan yang dapat dicapai masih sangat terbatas.
  • Demensia : mula-mula penderita mengalami perkembangan normal \,tetapi sesuatu sebab perkembangannya terhenti dan mangalami kemunduran yang mencolok.
  • Delusia : ( keadaan yang menunjukkan gagasan yang illusif ).Delusia sangat erat hubungannya dengan gejala illusi.Penderita mempunyai keyakinan yang kuat tentang sesuatu, tetapi keyakinan yang kuat sama sekali tidak menurut kenyataan.
  • Obsesia : ( obsessio = pengepungan )
    Penderita seolah-olah dikepung atau dicengkeram oleh pikiran-pikiran tertentu yang tidak masuk akal ( tidak logis ).Makin besar usaha untuk melepaskan diri, makin besar pula gangguan pikiran yang mencengkeram.
    • Catatan kesimpulan :
  1. Kemampuan berpikir sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia.
  2. Jiwa manusia merupakan suatu kebulatan total, tiap gejala tidak berdiri sendiri, melainkan satu sama lain saling berhubungan dalam satu kebulatan organis.
  3. Belajar tidak sama dengan berpikir.Dalam belajar terdapat aktivitas pikir dan dalam proses belajar diperlukan aktivitas seluruh fungsi jasmani dan rohani sebaik-baiknya.
  4. Menghafal dan mengingat tidak sama dengan berpikir, maka kemampuan menghafal dan mengingat yang baik belum memberi jaminan bahwa ornag itu cerdas pikirannya.
  5. Kemampuan berpikir tumbuh bertingkat-tingkat,dari tingkat kongkrit ke tingkat abstrak.
  6. Daya berpikir dapat berubah dan meningkat kualitasnya.
  7. Pembinaan bahasa yang baik banyak membantu pembentukkan daya pikir anak.

Verbalisme masih merupakan penyakit dalam pengajaran.Verbalisme dimaksudkan, bahwa anak belajar tanpa menggunakan kerja pikir yang semestinya,anak banyak menirukan, banyak menghfal sesuatu,tetapi apa yang dihafal itu tidak dipahami isinya.

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Makalah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s