Seputar “Pencemaran”

Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, don kehidupan manusia Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dad linkungain yang terkecil, din kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas. (Asep dalam jurnal “pencemaran lingkungan”).

Pencemaran lingkungan sebagian besar oleh tangan manusia. Hal tersebut sesuai dengan Firman Allah yang artinya:

“41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke Jalan yang benar).”

“42. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah    orang-orang yang mempersekutukan (Allah). “(QS. Ar-Ruum:41-42)

Dari firman Allah di atas tampak bahwa kerusakan lingkungna tak lain dan tak bukan penyebabnya adalah manusia. Baik itu A darat maupun di laut. Selanjutnya Allah juga mengisyaratkan manusia untuk melakukan perjalanan agar mereka bisa mempelajari banyak hal yang ada di muka bumi, mempelajari hal-hal yang ada di bumi dapat dilakukan pada proses belajar mengajar.

Pencemaran lingkungan (polusi) adalah masuknya bahan-bahan ke dalam lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan organisme di dalamnya. Sunu (2001:4) mendefmisikan pencemaran lingkungan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Pencemaran dapat terjadi secara alami maupun akibat tindakan manusia. Pencemaran alami misalnya karena letusan gunung berapi. Semakin besamya populasi manusi dan semakin banyaknya kebutuhan manusia, maka pencemaran akan semakin besar pula. Pencemaran tidak dipandang dari satu individu, melainkan dari populasi manusia. Semakin besar populasinya, semakin besar pula pencemarannya. Dengan kata lain pencemaran di kota lebih tinggi intensitasnya daripada pencemaran di pedesaan.

Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.

Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem, ( Asep dalam artikel pencemaran lingkungan (http :// www. Kitada. eco. tut. ac. Jp /pub/member/asep/plo/index.html)

Macam-macam Pencemaran Lingkungan

  1. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah masuknya polutan (bahan pencemar) berupa bahan cair atau padat ke suatu areal tanah. Bahan cair atau limbah cair tersebut misalnya limhah rumah tongga, limbah industri dan limbah pertanian (insektisida, pupuk). Bahan pencemar dapat berupa padat atau limbah padat misalnya limbah rumah tangga (sampah), limbah industri (logam, plastik) dan limbah pasar (sampah).

Akibat dari pencemaran tanah mikroorganisme (pengurai), hewan, dan tumbuhan akan mati. Hal mi akan mengganggu atau memutuskan jaring jaring makanan. beberapa bahan pencemar mengandung logam berat misal merkuri, kadmium, litium. Merkuri merupakan logam berat yang dapat digunakan sebagai katalis yaitu zat yang mengubah kecepatan reaksi Logam berat ini jika dibuang ke lingkungan dapat meresap ke dalam tanah dan akhirnya mencemari tanah. Logam berat dapat merusak susunan saraf dan menyebabkan cacat pada keturunan organisme.

Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah

Setiap rumah tangga hendaknya memisahkan sampah yang mudah terurai (misal daun, kertas, sisa organisme) dengan yang sulit terurai (misal plastik, kaleng, kaca, logam). Sampah organik yang mudah terurai bisa di daur ulang dijadikan kompos, Sampai yang sulit dia bisa dimanfaatkan kembali, jangan membuang sampah, sekecil apa pun (misal bungkus permen, plastik, kulit buah) di sembarang tempat.

  1. Pencemaran Air

Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar ke dalam lingkungan air. Bahan pencemar tersebut menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi karena kualitas air menurun ke dalam tingkat tertentu. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita. ( http :// organisasi org /penyebab sebab dan akibat pencemaran lingkungan pada air dan tanah kesehatan lingkungan ilmu sains biologi).

Sebab pencemaran lingkungan di Air:

  1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
  2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
  3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Penyebab pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, intiugri, dan wrtmim rumah tangga dan rumah sakit, Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian berupa nitrat dan fosfat. (Asep dalam artikel pencemaran lingkungan).

Penyebab pencemaran air yang lain yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia memberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian. DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dan bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dan satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia. DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin han akan terakumulasi hingga mengakibatkan 0ek yang lebih menakutkan.

Dampak dari pencemaran air antara lain :

  1. Punahnya organisme dalam ekosistem air.
  2. Ikan atau hewan air yang tercemar dapat meracuni orang yang memakannya
  3. Air yang telah tercemar organisme pathogen dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan tubuh manusia.
  4. Air yang tercemar pada air irigasi dapat merusak produk pertanian dan mengganggu pertumbuhannya jika konsentrasinya melampaui ambang batas (Syamsuri 2007:202)

Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT.

  1. Merusak jaringan tubuh makhluk hidup
  2. Menimbulkan otot kejang, otot lemah dan bisa juga kelumpuhan
  3. Menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas,
  4. Lambat laun bisa mwmyvbabkan penyakit kanker pada tubuh (Irshadi:2008).

Pengujian terhadap air perlu dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat air sehingga dapat diketahui air tersebut tercemar atau tidak, antara lain:

  1. Nilai pH, keasaman, dan alkalinitas;
  2. Suhu;
  3. Warna, bau dan rasa;
  4. Jumlah padatan;
  5. Nilai BOD/COD;
  6. Pencemaran mikroorganisme pathogen;
  7. Kandungan logam berat;
  8. Kandungan minyak;
  9. Kandungan bahan radio aktif. (Sunu,2001:110)

sedangkan pencemaran air dapat diketahui dengan visual maupun pengujian dengan memperhatikan indikator pencemaan air. Indikator tersebut adalah:

  1. Perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen
  2. Kesadahan
  3. Perubahan warna, bau dan rasa
  4. Adanya endapan, koloid, bahan terlarut
  5. Mikroorganisme dan kenaikan suhu air
  6. Oksigen terlarut.    (Sunu, 2001:111)

Cara penanggulangan pencemaran air

  1. Tidak membuang IBM cair ke selokan atau sungai. Industri diharuskan membuat kolam pengolahan limbah cair sehingga limbah cair yang dibuang ke sungai idak membahayakan ekosistem air. Limbah pemukiman tidak dibuang langsung ke sungai, melainkan dimasukkan terlebih dahulu ke kolam pengolahan limbah.
  2. Tidak membuang di sembarang tempat, yang akan terbawa aliran air hujan ke selokan dan sungai.
  3. Tidak membuang sisa obat atau insektisida ke selokan atau sungai. (Symnsuri, 2007:204)
  4. Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dam terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia, pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran.

Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bennotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. Gas-gas tersebut berupa gas hasil pembakaran fosil (minyak bumi, batu bara) dan penggunaan gas berbahaya, seperti CO, C02, NO, N02, SO, 502 dan gas CFC (clofluorokarbon).

  1. Bahaya Efek Gas Pencemaran Udara
    1. Gas CO / Karbon Monoksida / Karbon Mono Oksida

      Karbon monoksida adalah gas yang bersifat membunuh makhluk hidup termasuk manusia. Zat gas CO ini akan mengganggu pengikatan oksigen pada darah karena CO lebih mudah terikat oleh darah dibandingkan dengan oksigen dan gas-gas lainnya. Pada kasus darah yang tercemar karbon monoksida dalam kadar 70% hingga 80% dapat menyebabkan kematian pada orang.

    2. Gas C02 / Karbon Dioksida / Karbon Di Oksida

      Karbon dioksidsa adalah zat gas yang mampu meningkatkan suhu pada suatu lingkungan sekitar kita yang disebut juga sebagai efek rumah kaca. Dengan begitu maka temperatur udara di daerah yang tercemar C02 itu akan naik dam otomatis suhunya menjadi semakin panas Hal ini disebabkan karena C02 akan berkonsentrasi dengan jasad renik, debu dan titik-titik air yang membentuk awan yang dapat ditembus Mayo matahari namun tidak dapat melepaskan panas ke luar awan tersebut. Keadaan seperti itu mirip dengan kondisi rumah kaca tanpa AC dan fentilasi udara yang cukup.

      Meningkatnya CO2 di udara dapat menyebabkan efek rumah kaca. Bumi diselubungi oleh CO2 dan gas-gas pencemaran lainnya, seolah-olah bumi diselubungi kaca. Panas matahari yang mencapai permukaan bumi dipantulkan ke angkasa. Akan tetapi karena bumi diselubungi gas pencemar, panas tersebut dipantulkan kembali ke bumi. Adanya selubung gas pencemar menyebabkan panas matahari terperangkap sehingga suhu bumi meningkat.peningkatan suhu bumi dikenal dengan istilah pemanasan global. Dampak dari meningkatnya suhu bumi adalah terjadi perubahan iklim dan es di kutub mencair. Maka terjadi permukaan air laut akan meningkat dan beberapa pantai akan tenggelam

    3. Gas NO, NO2, SO dan SO2

      Gas-gas di atas akan dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan dari mulai yang ringan hingga yang berat. Meningkatnya belerang oksidsa (SO, SO2) dapat menimbulkan hujan asam. (gas-gas tersebut bereaksi dengan air hujan membentuk asam sulfat, menyebabkan air hujan bersifat asam. Hujan asam mengakibatkan tumbuhan mati, organisme tanah mati, besi dan logam berkarat sehingga membahayakan bangunan dan jembatan. Akibat yang lain ialah kerusakan bungunan bersejarah seperti candi. Hujan asam membuatnya cepat keropos dan rusak. ( Irshadi:2008)

    4. Gas CFC

      CFC (klorofluorokarbon) merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Gas ini banyak digunakan sebagai pengembang (pembuat karet busa), pendingin (AC, kulkas) dan penyemprot (hair spray, parfum). Semakin banyaknya penggunaan CFC akan menyebabkan semakin banyak gas tersebut yang terlepas ke udara dan mcncapai lapisan stratosfer. Di stratosfer terdapat gas ozon (03) yang merupakan lapisan pelindung bumi dari cahaya ultraviolet (UV). Adanya lapisan ozon menyebabkan UV terpantul ke ruang angkasa dan hanya sebagian kecil yang mencapai bumi.

      Gas CFC di stratosfer dapat bereaksi dengan gas ozon dan menyebabkan ozon berkurang sehingga terbentuk lubang ozon. Melalui lubang ozon tersebut, cahaya UV mencapai bumi dan mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, alga di laut punah, terjadi mutasi genetik (perubahan sifat organisme), menyebabkan kanker kulit dan mata. Menurut penngamatan, lubang ozon yang terjadi di kutub selatan semakin meluas.

      Upaya penanggulangan pencemaran udara dilakukan baik di tingkat rumah tangga, wilayah, maupun di tingkat nasional.

      Penanggulangan pencemaran udara di tingkat rumah tangga :

      1. Tidak membakar sampah di pekarangan.
      2. Segera mematikan kompor atau kayu bakar jika proses memasak selesai.
      3. Tidak menggunakan lemari es yang memakai CFC. Saat ini sudah tersedia AC dan lemari es yang bebas CFC.
      4. Tidak merokok di dalam ruangan.
      5. Menanam tanaman hias di pekarangm atau di Pot.

      Penanggulangan pencemaran udara di tingkat wilayah :

      1. Ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan
      2. Ikut memelihara atau tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung.
      3. Tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar sembarangan. (Syamsuri, 2007:205)

      Penanggulangan pencemaran udara di tingkat nasional (berupa kebijakan pemerintah) :

      1. Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti DDT.
      2. Keharusan membuat cerobong asap bagi industri dan pabrik.
      3. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan menggantinya dengan listrik tenaga air, surya dan angin.
      4. Membatasi beroperasinya kendaraan bermotor dan mesin pembakar yang sudah tua dengan penertiban uji emisi.
      5. Larangan penggunaan gas CFC.
      6. Pengaturan lokasi industri yang jauh dari wilayah permukiman penduduk. (Syamsuri, 2007:205)
  2. Pencemaran Suara

Pencemaran suara disebabkan oleh kebisingan suara mesin pabrik, mesin kendaraan bermotor, dan mesin pesawat. Orang yang terus menerus berada di tempat bising akan mengalami gangguan kesehatan, misalnya pendengaran berkurang, jantung berdebar-debar, sulit tidur, pusing dan mudah marah. Jika orang berpenyakit jantung mendengar suara keras secara tiba-tiba, orang tersebut dapat terkena serangan jantung.

Upaya penanggulangan pencemaran suara antara lain :

  1. Membuat dinding kedap suara,
  2. Menanam tanaman di sekitar rumah yang dapat meredam suara.
  3. Mesin pabrik dan kendaraan bermotor menggunakan peredam suara (dengan knalpot yang memiliki peredam suara).
  4. Tidak membuat kegaduhan, misal tidak membunyikan radio, TV atau music dengan suara keras.

Larangan menyalakan petasan. (Syamsuri, 2007:205)

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.

One Response to Seputar “Pencemaran”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s