Skripsi PAUD B IV

BAB IV

PEMBAHASAN DAN REKOMENDASI

Candak tidieu (download) : http://www.ziddu.com/download/11658980/BABIV.rar.html

  1. Deskripsi Tindakan

    Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan hari Selasa, 21 Agustus 2007 pukul 08.00 sampai 10.30 WIB pada pembelajaran mengenal bilangan dengan tema lingkunganku dan sub tema keluargaku. Tempatnya yaitu di kelas B2 TK ISLAM AZZAKUYYAH, dengan jumlah murid 18 orang dan satu orang yang tidak masuk.

    Pengkondisian kelas situasi berubah dari situasi gaduh menjadi tenang dan terarah apalagi pada saat guru memberikan apresiasi dengan bernyanyi menghitung angka, mata anak langsung tertuju pada guru. Namun ada beberapa orang anak yang mengobrol dan mengganggu temannya, tetapi ketika guru memperlihatkan alat peraga atau media yaitu angka-angka mainan yang berwarna-warni dan dadu-dadu yang menarik. Semua mata anak yang termasuk yang mengobrol dan mengganggu temannnya langsung tertuju pada alat peraga tersebut.

    Pada saat inilah guru menjelaskan materi yang akan disampaikan dengan mempraktekkan langsung cara-cara mengenal bilangan. Sebelumnya guru memperlihatkan dan menjelaskan alat atau media apa saja yang digunakan untuk mengenal bilangan seperti angka-angka mainan dan dadu-dadu yang menarik. Setelah guru menjelaskan semuanya, baru guru mempraktekkan langsung cara-cara mengenal bilangan dengan angka-angka mainan.

    Setelah mempraktekkan langsung cara-cara mengenal bilangan, supaya lebih jelas guru menjelaskan kembali bahwa dalam mengenal bilangan dikerjakan secara individu. Untuk mengerjakannya setiap individu harus cermat melihat dadu yang di lempar. Jika mata dadu yang di keluar empat maka anak harus mencari angka empat. Untuk melihat mata dadu dan mencari angka tersebut anak dituntut kesiapan dan intelegensinya.

    Setelah selesai menjelaskan, guru menugaskan siswa mempraktekkannya. Setelah semua siswa siap, guru memulai permainan mengenal bilangan yaitu dengan mencampur angka-angka mainan serta dadu-dadu yang dilemparkan.

    Setelah semua alat peraga/media disiapkan anak mulai berkonsentrasi dengan dadu-dadu lalu anak berlomba-lomba membilang mata dadu dengan semngat dan memasangkannnya dengan angka mainan.

    Pada saat anak disuruh untuk memilih kegiatan ada anak yang saling berebutan untuk melakukan kegiatan yang sama dengan temannya, disini guru memberikan bimbingan dan pengertian sehingga anak tersebut bisa saling berbagi dengan temannya dan mengerjakan kegiatan ini bersama-sama.

    Dalam pembelajaran mengenal bilangan menggunakan metode bermain ini pada umumnya semua siswa terlibat aktif bahkan saking senangnya pada kegiatan permainan ini ada beberapa anak tidak mau pulang dan terus saja melempar-lempar dadu dan mencocokkannya dengan angka mainan.

    Dalam KBM ini guru tak henti-hentinya memberikan motivasi agar semua siswa terlibat aktif. Apalagi ketika diketahui ada satu orang siswa yang kelihatannya acuh dan tidak mau bersosialisasi, guru langsung menghampiri siswa yang tidak perduli dengan kegiatan belajar lalu memberikan motivasi untuk terlibat aktif dengan teman-temannya, selain itu guru juiga membantu dan memberikan bimbingan kepada siswa yang belum atau kurang mampu dalam mengerjakan tugas tersebut.

    Dalam kegiatan pembelajaran ini siswa sangat antusias sekali untuk mempraktekkan mengenal bilangan dengan angka-angka mainan dan dadu lalu dipasangkannya. Dari semua anak tersebut dapat terlihat adanya kecermatan antar individu. Cara mencermatinya ada yang cepat dan ada yang lambat, walaupun demikian anak-anak hamper semua mampiu mencermati atau mempraktekkan mengenal bilangan dengan metode bermain.

     

  2. Analisis

Berdasarkan pengamatan pada pembelajaran ini, kondisi kelas dalam keadaan kondusif yaitu dengan model belajar dengan metode bermain akan mendapat kesempatan untuk mendapat giliran karena belajar berkelompok, sebab guru sudah berupaya mengajak anak untuk mulai berkonsentrasi dengan menarik perhatian melalui pemberian appersepsi yang baik, media/ alat peraga yang sangat berpengaruh. Ini terbukti ketika guru memperlihatkan alat peraga yaitu sebuah dadu dan angka- angka mainan yang menarik bagi anak, sehingga anak sangat antusias sekali untuk memperhatikan guru bahkan ada beberapa anak yang langsung maju ke depan ingin memegangnya.

Penggunaan metode bermain dalam memfasilitasi belajar mengenal bilangan pada pengembangan kognitif sangat cocok untuk meningkatkan kognitif dan sosialisasi anak, karena di sini dapat terlihat adanya kerjasama.

Dengan ditemukannya satu orang siswa yang mendapat kesulitan dalam bersosialisasi sehingga ia tidak aktif terlibat dalam kegiatan tersebut. Walaupun demikian, guru terus- menerus memberikan bimbingan dengan memberikan motivasi- motivasi yang mendukung siswa bergairah dalam belajar.

Dengan melihat hasil pengamatan KBM berlangsung, dari 18 siswa yang hadir hanya 1 orang yang tidak aktif. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran mengenal bilangan melalui metode bermain cukup menarik untuk mengembangkan kognitif dan sosial anak.

 

  1. Refleksi

Ternyata dengan menggunakan metode bermain dalam pembelajaran anak prasekolah berdasarkan analisis terhadap evaluasi hasil belajar siswa dari 18 orang, hanya 1 orang yang tidak aktif menunjukkan pembelajaran seperti itu lebih disenangi anak dan menunjukkan peningkatan yang lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs. Al-Insyirah: 5-6).

 

“Awalilah setiap pekerjaan itu dengan perencanaan yang baik, karena gagal dalam merencanakan sama halnya merencanakan kegagalan”.

 

“Kehormatan tidak di nilai dari kedudukan, tetapi kempuan untuk jujur pada diri sendiri serta istiqomah tidak keluar dari jalan Allah”.

         (KH. Abdullah Gymnastiar)    

 

Seiring dengan untaian doa dan harapan, karya sederhana ini kupersembahkan untuk ibunda dan ayahanda tercinta yang senantiasa menyelipkan bingkisan doa dan harapan. Alm. Bapak, amanahmu telah ananda tunaikan sebagai bukti nisan untukmu yang telah berada di sisi-Nya. Kakak-kakakku dan keluarga, sahabat seperjuangan, teruntuk mereka yang jatuh cinta pada kebenaran, seseorang yang telah dijanjikan Allah dan disaat hanya Allah yang mengetahuinya. Semoga Allah mempertautkan hati kita dalam kasih saying-Nya yang tak terbatas, melebihi samudra luas (InsyaAllah).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    RIWAYAT HIDUP    

 

Penulis bernama Juju Juariah di lahirkan di Sumedang 26 April 1986. Penulis adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, dari pasangan bapak H. Solihin (Alm) dan ibu Hj. Enggen yang beralamat di jalan Bukit Nyampai no.07 Rt.01/Rw.02, Desa Mandalaherang, Cimalaka-Sumedang.

Pengalaman pendidikan

A. Pendidikan formal

    1. SDN Mandalaherang III, lulus tahun 1998.

    2. MTsN Sumedang, lulus tahun 2001.

    3. MAN I Sumedang, lulus tahun 2004.

    4 UPI kampus Cibiru Jurusan Diploma Pendidikan Guru Taman Kanak- kanak, Fakultas Ilmu Pendidikan 2008.

B. Pendidikan non formal

    1. Pondok pesantren Khoirul Ummam 1999-2002.

    2. Pondok pesantren At-tarbiyah 2002-2004.

    3. Pondok pesantren Miftahul Falah 2005-sekarang.

C. Pengalaman Organisasi

    1. Kegiatan Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an 2005-2006.

    2. Dewan Santri (DESAN) Pondok Pesantren Miftahul Falah 2005-2007.


 

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s