Skripsi PAUD B I

BAB I

PENDAHULUAN

Download : http://www.ziddu.com/download/11658983/BABI.rar.html

 

  • Latar Belakang

Fase kehidupan yang mempunyai keunikan dan memiliki dunia tersendiri dimiliki oleh anak usia prasekolah. Anak usia ini seolah- olah tak pernah berhenti untuk belajar dan mereka sangat aktif, dinamis, antusias, dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang didengar dan dilihatnya.

Usia prasekolah merupakan masa emas (Golden Age) karena pada usia ini anak mengalami banyak proses perkembangan. Oleh karena itu pendidik harus orang dewasa ataupun yang berminat harus mengembangkan berbagai keterampilan anak prasekolah dalam rangka mempersiapkan anak yang tumbuh sehat lahir dan batin, menjadikan manusia yang tidak hanya cerdas tetapi juga mengenali siapa dirinya, bermoral serta berakhlak. Ada suatu harapan agar pengembangan anak dapat berlangsung sesuai ciri anak masing- masing, baik dari sudut usia maupun pribadinya yang unik. Berarti untuk mencapai semua itu anak mengalami proses belajar yang betul- betul intensif, hanya saja bentuk dan sifat belajarnya yang berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan orang dewasa.

Melalui pendidikan prasekolah, anak diharapkan dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya, yaitu agama, intelektual, sosial emosi dan fisik, serta memiliki dasar- dasar aqidah yang lurus sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkenbangannya, serta memiliki motivasi dan sikap belajar yang positif (Solehuddin, 1997:50).

Akhir- akhir ini berkembang kecenderungan- terutama di kalangan tertentu dalam masyarakat kota besar- untuk memperkenalkan berbagai cara kegiatan belajar sejak masa kanak- kanak sedini mungkin. Berbagai alasan mengemukakan betapa perlunya berbagai potensi anak yang dipacu perkembangannya terutama menyangkut perkembangan kognitifnya/ intelegensinya.

Berbagai media/buku telah beredar untuk membuktikan bahwa proses pembelajaran pada anak bisa dipercepat tanpa harus menunggu tibanya masa sekolah. Banyak sekali pembahasan mengenai soal- soal yang sedang trendy mengenai pendidikan anak, seperti cara mengoptimalkan fungsi otak kanan dan otak kiri, mengajarkan anak menulis, membaca dan berhitung sedini mungkin.

Di lain pihak ada anggapan bahwa perkembangan anak sebaiknya tidak dipacu dengan berbagai beban penbelajaran yang belum perlu dan tidak sepadan dengan ciri- ciri perkembangannya. Ungkapan klasik mengingatkan “Anak bukanlah orang dewasa dalam format buku saku” kiranya masih berlaku pendekatan kita untuk menunjang proses perkembangan anak. Kultus intellegensi merupakan faktor yang cenderung menimbulkan ketimpangan dalam menilai perkembangan anak. Sehingga Intelligence Quotient (IQ) telah menjadi tolak ukur yang mengemuka untuk melihat keberhasilan dan kegagalan perkembangan anak. Diunggulkan dan diagungkan, faktor intellegensi inilah yang turut menyuburkan gagasan untuk menganjurkan dilakukannya usaha pembelajaran yang dipercepat (Accelerate Learning). Hal ini bahkan sering terkesan mencuat unsur komersalisasi melalui promosi penjualan bahan pustaka, sarana pembelajaran, penyelenggaraan forum diskusi dan loka karya, serta pameran di tempat- tempat umum yang ditujukan untuk menyarankan pada khalayak ramai agar anak- anak mereka diikutsertakan dalam usaha percepatan belajar.

Orang awam mudah terkesan oleh berbagai cara pembelajaran yang dipercepat, orang mudah menyaksikan betapa pendekatan pembelajaran dengan cara dan sarana tertentu menjadikan seorang anak cepat pintar dan “terampil”. Tapi apakah perlu anak usia prasekolah sudah kecanduan membaca? Apakah kemahiran berhitung anak usia tiga tahun sudah berfungsi dalam interaksi antara si anak dengan lingkungannya (Social Arithmetic)? Tidak adakah permainan yang lebih baik bagi perkembangan fungsi kognitif dan motorik anak usia prasekolah dibandingkan dengan kecanduannya bermain “games” pada komputer? Dan banyak lagi yang dipersoalkan mengenai perlu tidaknya proses pembelajaran pada anak dipacu sejak dini.

Lepas dari kontroversi antara penganjur dan penentang, dilakukan usaha percepatan pembelajaran bahwa pada masa kanak- kanak adalah masa bermain. Memang banyak sekali pemikiran dan teori tentang bermain, tetapi semuanya menekankan betapa penting masa bermain bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan mental seorang anak seutuhnya. J.Hursinga, seorang ahli sejarah kebudayaan dan pemikiran terkenal, memandang bermain sebagai keistimewaan yang membedakan manusia dan makhluk hidup lainnya . Ia menyebut manusia sebagai homo ludens justru untuk menegaskan bahwa hanya manusialah yang bermain dalam arti sesungguhnya.

Dalam Konvensi Hak Anak yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), bermain dinyatakan sebagai salah satu hak asasi, dan orang dewasa tidak dibenarkan merampasnya.

Berdasarkan uraian di atas, perkembangan anak prasekolah selain dipengaruhi oleh lingkungan keluarga juga oleh guru- guru di sekolah serta lingkungan di sekitarnya. Anak juga difasilitasi dengan pembelajaran yang menuntut anak untuk mengerjakan tugas yang bersifat akademis, seperti menulis, membaca dan berhitung.

Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan di TK Islam Az-Zakiyyah, penulis menemukan masalah yang terjadi di kelas A, B1 dan B2 (usia 3 -6 tahun) yaitu anak- anak yang dituntut belajar secara akademis, kurangnya sarana permainan bagi anak, dan terlalu sempit ruang gerak anak.

Dengan fakta tersebut, timbul permasalahan metode dan perencanaan pembelajaran yang dapat mengembangka kognitif atau intellegensi yang baik bagi anak usia prasekolah. Maka secara jelasnya permasalahn tersebut akan diangkat ke dalam sebuah judul penelitian sebagai berikut:

“Memfasilitasi Belajar Mengenal Bilangan Dengan Metode Bermain” (Analisis terhadap anak- anak Tk Islam Az-Zakiyyah Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ).

 

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka untuk mempermudah dan lebih terarah dalam melakukn observasi atau pengamatan secara umum permasalahan yang diamati adalah bagaimana memfasilitasi belajar mengenal bilangan dengan metode bermain di taman kanak-kanak penulis akan merumuskannya dalam bentuk pertanyaan, sebagai berikut:

  • Bagaimana perencanaan pembelajaran di TK dengan menggunakan metode bermain dalam mengembangkan kognitif anak TK?
  • Bagaimana aktivitas dan respon siswa dalam pembelajaran di TK menggunakan metode bermain untuk mengembangkan kognitif anak TK?
  • Bagaimana perkembangan kognitif anak dalam pembelajaran di TK melalui penerapan metode bermain?

     

  • Tujuan dan Manfaat Pengamatan
    • Tujuan

      Pengamatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan hal- hal yang berkaitan denga penggunaan metode bermain dalam rangka memfasilitasi belajar calistung anak TK Islam Az-Zakiyyah kelas A, B dan B2. secara khusus penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan, yaitu sebagai berikut:

      • Memperoleh gambaran tentang bagaimana perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain dalam rangka memfasilitasi belajar mengenal bilangan bagi anak TK.
      • Untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui metode bermain dalam rangka memfasilitasi belajar mengenal bilangan bagi anak TK.
      • Untuk memperoleh gambaran tentang cara memfasilitasi kognitif anak dalam pembelajaran di TK dengan menggunakan metode bermain.
    • Manfaat Penulisan
  1. Penulis

    1) dapat memberikan pengetahuan yang lebih serta informasi- informasi lain tentang cara memfasilitasi perkembangan kognitif anak tk dan metode bermain

    2) memiliki pengalaman membina anak usia prasekolah dengan metode bermain

    3) mengetahui seberapa jauh metode bermain dapat memfasilitasi anak Tk

    4) penulis dapat menggunakan metode bermain untuk melakukan penilaian atau evaluasi

    5) penulis menggunakan metode bermain sebagai alat bantu untuk deteksi dini terhadap penyimpangan/gangguan yang akan bertambah parah apabila dibiarkan berlarut- larut.

  2. Siswa

    1) dapat meningkatkan minat belajar anak

    2) dapat mengembangkan perkembangan fisik, motorik kasar dan motorik halus

    3) dapat mengembangkan aspek sosial, emosi atau kepribadian dan kognisi

    4) dapat mengasah ketajaman penginderaan

    5) dapat mengembangkan keterampilan menari dan olah raga

  1. Guru

    1) Menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan kemampuan profesionalisme guru

    2) Mengadakan perubahan dan perbaikan dalam pembelajaran di TK melalui penerapan metode bermain.

  2. Sekolah

    Memberikan masukan bagi sekolah agar meningkatkan kualitas anak agar sehat lahir batin.

  3. Masyarakat

    memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang pendidikan bagi perkembangan anak prasekolah.

  • Pendekatan dan Ruang Lingkup Penulisan

Penulisan dilakukan melalui penelitian praktek lapangan dan observasi di TK Islam Az-Zakiyyah dan berdasar sumber yang relevan.

Ruang lingkup penulisan mengenai fasilitas bagi anak prasekolah dalam belajar mengenal bilangan dengan metode bermain. Ruang lingkup penulisan bekaitan dengan penulisan tugas akhir ini disusun sebagai berikut.

BAB I     :     Pendahuluan, berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, pendekatan dan ruang lingkup penulisan

BAB II    : Landasan teori berisi mengenal bilangan dengan metode bermain

BAB III    :     Metode pengamatan berisi observasi awal, membuat rincain tindakan, instrumen pengamatan

BAB IV    :    Pembahasan dan rekomendasi berisi deskripsi tindakan, analisis dan refleksi

BAB V    :     Kesimpulan dan Rekomendasi

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Skripsi, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s