Landasan Pendidikan

KATA PENGANTAR


 

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah atas rahmat dan karunia serta segala petunjuk yang telah diberikan-Nya sehingga penulis memiliki kesempatan untuk menyelesaikan makalah yang diajukan sebagai salah satu tugas UTS mata kuliah LANDASAN PENDIDIKAN.

Penulis sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini yang berjudul LANDASAN PSIKOLOGIS PENDIDIKAN ini masih
banyak kekurangan yang disebabkan terbatasnya pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Oleh karena itu, dengan hati yang lapang Penulis mohon berbagai saran dan kritik yang membangun untuk menuju ketingkat dan arah yang lebih baik.

Akhir kata, Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi Penulis pribadi dan pembaca umumnya.

 

Wallahul Muwafiq Ilaa aqwamit Thariq

Jazakumullahu Khairan Katsiran

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR    1

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….2

BAB I PENDAHULUAN    3

Permasalahan…………………………………………………………..4

 

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………5

A.Psikologi Perkembangan    5

B.Psikologi Belajar    6

C.Psikologi Sosial     7

D.Dampak Landasan psikolog T’hadap Pendidikan    8

 

BAB III PENUTUP…………………………………………………………..9

KESIMPULAN……………………………………………………………9

BAB I

PENDAHULUAN

Psikologi berasal dari dua kata yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi psikologi ialah membahas tentang ilmu jiwa.Pengertian psikologi ialah disiplin ilmu yang membahas prilaku manusia baik individu maupun kelompok dengan hubungan lingkungan nya.

Pengertian pendidikan ialah proses menumbuh kembangkan seluruh kemampuan dan prilaku manusia melalui pengajaran.Jadi Psikologi pendidikan ialah disiplin psikolog yang berhubungan dengan masalah-masalah pendidikan.

Psikologi pendidikan sangatlah penting karna bisa berpengaruh pada kejiwaan peserta didik. Dalam mendidik kita harus bisa bersipat propesional dengan tanpa mengurangi peranan deduktif dan merodua psikolog sebagai ilmu pengetahuan yang memahami akan karakter siswa yang satu sama lain berbeda. Sebagai pendidik yang propesional pasti akan tau bagai mana karakteristik seoeang siswa. Maka bisa di ibaratkan hubungan antara psikolog dan pendidikan hal yang kembar, nmun memiliki perbedaan yang sedikit.

Karena sipatnya yang abstrak, maka kita tidak dapat mengetahui juwa secara wajar,malainkan kita hanya bisa mengenal gejalanya saja,jiwa adalah sesuatu yang tidak tampak,tidak dapat dilihat oleh alat indra kita.

Sebagai ilmu pengetahuan psikologi juga mempunyai sipat-sipat yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan pada umumnya, yaitu di antaranya:

  1. Objek tertentu.
  2. Metode penyelidikan tertentu
  3. Sistematika yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap objeknya.

Sedangkan yang dimaksud dengan landasan psikologis edalam bab ini adalah dasar atau pondasi dan asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah psikologi yang di jadikan sebagai titik tolak bagi dunia pendidikan.

PERMASALAHAN.

Dengan meninjau ciri-ciri dan klasifikasi landasan psikologi pendidikan sekolah, maka ada beberapa permasalahan yang patut di pertanyakan. Oleh karena itu, beberapa permasalahan dalam makalah ini diantaranya adalah:

1.Bagai mana mengatasi anak yang super aktiv di dalam kelas ? ?

2.Dalam satu kelas pasti karakteristik anak berbeda- beda , begitupun dengan kemampuan dalam menerima materi yang di sampaikan oleh guru, pasti ada yang cepat dan lambat. Nah permasalahan di sini adalah bagaimana mengatasi anak yang lambat agar sama rata dengan yang lain ? ?

3.dasar apa yang harus di lakukan untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar ? ?

4.apakah kesuksesan seseorang dapat di lihat dari segi kecerdasan nya ? ?

BAB II

PEMBAHASAN

A.Psikologi Perkembangan

Dalam kehidupan pasti semua mahluk hidup mengalami peroses perkembangan, perkembangan merupakan hal yang menemani kehiduoan dari lahir hingga kembali lagi ke liang lahat. Perkembangan itu ialah tidak hanya ditunjukan pada aspek psikologis saja,melainkan pada aspek biologis juga.

1. Pengertian Psikologi perkembangan

Pekembangan adalah suatu proses perubahan sipat-sipat psikologis. Menurut Muhibin Syah (2001:41) bahwa perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke araj yang lebih maju,sedangkan pertumbuhan adalah tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jimlah, ukuran, dan arti pentingnya.

Dalam kamus besar Indonesia (1991),perkembangan adalah berasal dari kata berkembang.sedangkan berkembang adalah kemajuan yang makin membentang dan bertambah sempurna dalam hal keperibadian, pengetahuan dan sebaainya.

Jadi perkembangan adalah proses pertumbuhan dan perluasan kepribadian seseorang menuju ke arah yang lebih baik.

2. Paktor Yang Mempengaruhi Perkembangan

a. Aliran Nativisme

Aliran ini di pelopori oleh Arthur Schopenhauer (1788-1860).Aliran ini beranggapan bahwa perkembangan manusia itu dipengaruhi dan ditentukan oleh pembawaanya,sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apapun.

b. Aliran Empirisme

Aliran ini dipelopori oleh Jhon Locke (1632-1704) aliran ini disebut dengan aliran enviromentalisme (aliran lingkungan). Aliran ini menekankan bahwa perkembangan manusia itu semata mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikan.

Jadi baik jahat nya seseorang sngat di pengaruhi oleh lingkungan luar (behavioristik) bukan lingkungan dalam (genetic).

d.Aliran konvergensi

Aliran ini merupakan gabungan dari empirisme dan nativisme, bahwa perkembangan manusia tidak hanya di pengaruhi oleh lingkungan juga dipengruhi oleh pembawaan. Aliran ini berkeyakinan bahwa paktor pembawaan maupun lingkungan memiliki andil besar dalam menentukan masa depan seseotang.

3. Hikmah Mempelajari Psikologi Perkembangan

a.Memahami dan mengatahui perkembangan dan pertumbuhan anak pada tiap fasenya.

b.Menumbuhkan sikap senang bergaul dengan orang lain.

c.dapat mengarahkan seseorang untuk berbuat dan berprilaku yang selaras dengan tingkat perkembangan nya.khusus pembimbing dapat mengetahui dan memahami perkembangan anak didik sesuai dengan tarap nya.

B. Psikologi Belajar

Depinisi belajar menurut McGeoch (lin. Bugelski,1956) “learning is a change in perpomance as a result of practice”. Yaitu belajar membawa perubahan sebagai akibat dari latihan. Pengertian latihan mengandung arti bahwa adanya usaha dari individu yang belajar

Orang yang beranggapan bahwa belajar itu semata-mata mengumpulkan data yang tersaji dalam informasi/materi pelajaran maka dia akan merasa bangga dan puas ketika telah mampu menyebutkan kembali dengan lisan secara benar. Namun di samping itu ada pula sebagian orang yang memandang belajat sebagai latihan belaka seperti yang tampak yang pada latihan membaca dan menulis.

Sadangkan menurut E. Usman Effendi dan Juhaya S. Praja (1993:102). Belajar adalah suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan indipidu untuk memperoleh sesuatu yang baru dan perubahan keseluruhan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman itu sendiri.

Menurut Morgen dkk. (1984) memberikan definisi belajar”Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which occurs as a result of practice or experience” hal yang muncul dalam depinisi ini adalah bahwa perubahaan prilaku atau perpormance itu relative fermanen. Di samping itu jug dikemukakan bahwa perubahaan prilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan atau karena pengalaman. Pada pengertian latihan dibutuhkan usaha dari individu yang bersangkutan, sedangkan pada pengertian pengalaman usaha tersebut tidak tentu di perlukan. Ini mengandung arti bahwa dengan pengalaman seseorang atau individu dapat berubah perilakunya,di samping perubahan itu dapat disebabkan oleh karena latihan.

Disamping depinisi – depinisi di atas masih banyak lagi depinisi lain nya. Namun hal ini wajar karena adanya perbedaan titik pandang dalam mendepinisikan belajar. Berdasarkan dari beberapa depinisi yang relah dikemukakan , dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu peruses perubahan tingkah laku seseorang yang bersipat menetap melalui pengalaman dan latihan berinteraksi dengan lingkungan dan juga melibatkan proses kognitif.

C.Psikologi Sosial

Psikologi social adalah psikologi yang secara khusus membicrakan tentang tingkah laku atau aktivitas manusia dalam hubungan nya dengan aktivitas social (akhmad fauji,1999:16)

Morivasi juga merupakan sesuatu asoek psikologi social karena tanpa adanya motivasitentu sesorang akan merasa kesulitan untuk berpartisipasi dengan masarakat. Menurut Klinger (Mode Pidarta,1997:208-211) ada beberapa yang menentukan motivasi:

  1. minat dan kebutuhan individu
  2. persepsi kesulitan akan tugas-tugas, dengan persepsi yang bersupat mudah dan gampang.
  3. Harapan sukses.berikan pengertian pada anak-anak tentang sukses.

Selanjutnya pembahasan tentang keintiman hubungan atau disebut juga penetrasi social. Keintiman hubungan juga dengan pendidikan. Prilaku yang bertentangan dengan hubungan intim adalah agresif. Ada tiga kategori agresif yaitu:

1.agresif anti social missal : yang suka memaki- maki

2. agresif pro-sosial missal:menangkap teroris.

3. agresif sanksi missal: wanita nampar laki2 karena nabrak badan nya.

Ada tiga paktor utama yang menyebabkan prilaku agresif:

  1. insting berkalahi
  2. gangguan dari pihak atau serangan dari pihak lain membuat orang menjadi marah atau agresif
  3. putus asa atau tidak mencaoai sesuatu tujuan.

Cara untuk mengurangi agresif:

  1. dengan kataslis
  2. dengan belajar secara perlahan2 menyadarkan diri bahwa sikap agresif itu tidak baik.

Kesepakatan arau kepatuhan adalah juga merupakan paktor penting dalam proses pendidikan. Hal hal yang mempengaruhi kesepaktn:1) penjelasan tentang akan penting nya persatuan dan kesatuan. 2)perasaan takut akan disisishkan oleh teman-teman. 3) keintiman anggota kelompok. 4) besarnya kelompok adalah kelompok yang tidak terlalu besar. 5) ringkat keahlian anggota kelompok. 6) tingkat kepetcayaan diri. 7) keakraban 8) komoitmen masing-masing.

D.Dampak Landasan Psikologis Terhadap Pendidikan

Damapak kepada konsep pendidikan adalah sebagai berikut :

1.psikologi perkembangan yang bersipat umum,yang berorentasi oada afeksi dean pada kognisi

2. psikologi belajar. Belajr yang efektif dan efisien

3.psikologi social.presepsi diri atau konsep tentang diri sendiri.

Hubungan yang intim diperlukan dalam proses konsling, pembimbingan dan belajar dalam kelompok.pengurangan agresip social dapat dilakukan dengan menanamkan ketertiban, tidak menggangu satu sama lain dan berupaya agar anak- anak tidak putus asa.

BAB III

P E N U T U P

KESIMPULAN

Psikologi pendidikan ialah disiplin psikolog yang berhubungan dengan masalah-masalah pendidikan.

Motivasi juga merupakan aspek psikologi social, karena tanpa motivasi maka seseorang akan merasa kesulitan dalam beradabtasi dengan lingkungan nya baik di sekolah atau di masarakat. Oleh karena itu pendidik harus membarikan motivasi bagi semua peserta didik, agar mereka tetap semangat dalam belajar.

Dalam peruses pendidikan maka harus ada kesepakatan dan kepatuhan. Karena tanpa ada kesepakatan dalam belajar maka akan sulit dalam membuat konsep nya.

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Makalah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s