Seputar Poligami

  1. Mengikuti Rasulullah; tatkala wafat beliau meninggalkan sembilan orang istri. Tanpa ada keraguan, Rasulullah adalah teladan yang baik bagi kaum muslimin dalam semua urusan, kecuali hal yang dikhususkan bagi beliau.

    Allah SWT berfirman:

ô‰s)©9
tb%x.
öNä3s9
’Îû
ÉAqߙu‘
«!$#
îouqó™é&
×puZ|¡ym
`yJÏj9
tb%x.
(#qã_ötƒ
©!$#
tPöqu‹ø9$#ur
tÅzFy$#
tx.sŒur
©!$#
#ZŽÏVx.
ÇËÊÈ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” (al-Ahzab: 21)

  1. Menurut data statistik yang ada di berbagai negara, jumlah
    wanita lebih banyak daripada laki-laki. Selain itu disebutkan juga tentu saja dengan kudrat Allah lebih banyak wanita yang dilahirkan dan laki-laki yang meninggal lebih banyak daripada kaum wanita. Kenyataan sekarang ini
    membuktikan bahwa banyak kalangan laki-laki yang diterjunkan ke kancah peperangan sehingga banyak di antara mereka yang tewas menjadi korban. Di sisi lain disebutkan juga bahwa kaum laki-laki lebih banyak dihadapkan pada
    berbagai peristiwa seperti keluar rumah untuk berusaha mencari rezeki dari satu tempat ke tempat lain. Mereka mengerahkan kekuatannya untuk mendapatkan sesuap nasi. Akibatnya banyak kaum laki-laki yang ditimpa sakit dan mati, sedangkan kaum wanita hanya tinggal di rumah.
  2. Pada dasarnya, masa subur laki-laki terhitung dari usia balig sampai kurang lebih delapan puluh tahun, sedangkan masa subur wanita berhenti sampai usia sekitar empat puluh atau empat puluh lima tahun dengan wajarnya sampai lima puluh tahun. Dengan demikian, perbedaan antara keduanya berkisar tiga puluh tahun. Padahal, jumlah perbedaan itu merupakan periode atau usia yang baik untuk menambah lahirnya generasi muslim yang berkualitas.
  3. Allah SWT telah memberikan kekuatan dalam bidang seksual kepada seorang laki-laki sehingga dapat terjadi seorang suami tidak merasa puas dengan hanya seorang istri untuk menyalurkan libido seksualnya apalagi jika istrinya sedang haid dalam waktu yang cukup panjang. Dalam kondisi seperti itu, untuk menyalurkan libido seksualnya dengan balk, suami melakukan poligami. Pilihan lain adalah melakukan perbuatan maksiat (zina) dan berakibat negatif, baik dari segi agama, harta, maupun kesehatan, dan berbahaya bagi istrinya. Sayyid Quthub berpendapat adanya dorongan libido seksual seorang suami tidak mungkin diingkari, padahal ada masanya seorang istri tidak berhasrat lagi untuk melayani suaminya karena sakit atau lanjut usia, tetapi keduanya tetap ingin hidup bersama, tidak menginginkan perceraian. Dalam keadaan seperti itu, kita dihadapkan pada tiga kemungkinan, yaitu:
    1. Mernaksa suami mengekang hawa nafsu dari kegiatan seksualnya.
    2. Memberikan kebebasan bagi suami untuk mengumbar nafsu seksualnya dengan wanita pelacur.
    3. Memperbolehkan suami untuk berpoligami dan tetap hidup bersama istri pertamanya.

Jelaslah bahwa kemungkinan pertama bertentangan dengan fitrah dan di luar kemampuan manusia. Kemungkinan kedua sangat bertentangan dengan akhlak islamiah yang bersih dan suci. Dan kemungkinan ketiga merupakan aturan Islam dalam memelihara keutuhan keluarga, serta menyalurkan keinginan seksual yang normal.

  1. Bisa jadi, istri mandul, sementara suaminya sangat mendambakan keturunan, maka ada dua pilihan bagi suami, yaitu:
    1. Menceraikan istri yang mandul dan mengawini wanita yang lain untuk memperoleh keturunan.
    2. Memadu istri pertama dan tetap mempertahankan istri pertamanya.

Keputusan pertama akan mengakibatkan istri yang dicerai terns menjanda sedangkan kaum laki-laki secara naluri tidak ingin menikahi wanita yang diceraikan dan mandul, sehingga dia akan sengsara selama hidupnya. Tidak diragukan lagi bahwa 99% kaum wanita memilih kemungkinan kedua untuk menjamin kebutuhan hidupnya dari rumah, pakaian, makanan, pengobatan, dan kawan hidup yang mendampinginya. Perbuatan suami yang tetap memelihara istri pertamanya itu patut mendapat pujian masyarakat.

  1. Dimungkinkan istri menderita sakit berkepanjangan sehingga terpaksa suaminya menempuh jalan berpoligami.
  2. Kadang-kadang suami ingin memiliki banyak keturunan, sedangkan anak-anaknya hanya sedikit sehingga dia mengawini wanita lain. Hal itu sesuai dengan keinginan Rasulullah saw. untuk memperbanyak umat.
  3. Kadangkala suami banyak bepergian untuk bertugas di luar daerahnya dan tidak memungkinkan baginya membawa istrinya kemana saja dia pergi. Untuk menjaga dan menyalurkan kebutuhan biologisnya, terdapat dua alternatif, yaitu:
    1. Menggauli wanita pelacur.
    2. Mengawini wanita lain secara legal (formal) sedangkan dia berkemampuan dari segi harta dan kesehatan.
  4. Bisa jadi suami tidak lagi menyenangi istrinya karena kelakuan istri yang buruk atau hilang daya tariknya sehingga dia tidak bergairah lagi untuk menggauli istrinya. Karena itu, suami terpaksa mengawini wanita lain untuk mencegah dirinya dari perbuatan maksiat.
  5. Poligami memberikan kesempatan kepada perawan-perawan tua, janda-janda yang diceraikan karena hidup tanpa suami lebih buruk akibatnya daripada memiliki separuh, sepertiga, atau seperempat suami.
  6. Poligami dapat menanggulangi banyak kesulitan kemanusiaan diantaranya:
    1. Seorang istri yang suaminya meninggal sedangkan dia memiliki banyak anak, maka dalam hal ini, Islam mendorong laki-laki untuk menikahi janda tersebut karena dua sebab. Pertama adalah memelihara kesucian diri wanita supaya tetap mendapatkan ketenangan dan ketenteraman dalam rumah, dan kedua adalah memelihara anak-anak yatim. Rasulullah saw. bersabda: “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (beliau mengisyaratkan jari telunjuknya dengan jari tengahnya).
    2. Seorang wanita yang dilahirkan tidak cantik atau cacat sedangkan dia tidak mampu mengubah bentuknya, apakah patut kita mengharamkannya dari kebahagiaan hidup berumah tangga dan melahirkan anak? Kita tidak mungkin membiarkan dia karena Islam menganjurkan agar orang-orang yang beriman mengawini wanita seperti itu sehingga kegembiraan dan kesenangan tertanam dalam hatinya.
    3. Karena hal tertentu seorang wanita tidak kawin sampai usia mati haid (menepouse), padahal dia ingin sekali untuk kawin, lebih baik dia menikah dengan laki-laki yang sudah beristri untuk menopang kehidupannya daripada tidak kawin sama sekali.
    4. Mungkin terjadi saudara atau kerabat seseorang wafat dan dia meninggalkan istri serta anak-anak, lalu orang tersebut khawatir menelantarkan janda tersebut dan anak-anaknya, maka hendaklah dia mengawini janda saudaranya atau kerabatnya dan mengasuh anak-anaknya.
  7. Kadangkala poligami dijadikan sarana untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi antara laki-laki dan wanita, dan biasanya kaum wanitalah yang menjadi korban dari kesalahan tersebut. Untuk mengatasi kesalahan tersebut, laki-laki yang berbuat salah mengawini wanita tersebut meskipun sebelumnya dia sudah beristri. Tanpa diragukan lagi, poligami dapat memelihara masyarakat manusia dari kerusakan akhlak yang mengakibatkan merebaknya pelacuran atau banyaknya anak tanpa ayah, juga memelihara manusia dari berbagai penyakit, seperti sifilis dan AIDS.

    Allah SWT berfirman:

zysö6ߙ
“Ï%©!$#
t,n=y{
ylºurø—F{$#
$yg¯=à2
$£JÏB
àMÎ7/Yè?
ÞÚö‘F{$#
ô`ÏBur
óOÎgÅ¡àÿRr&
$£JÏBur
Ÿw
tbqßJn=ôètƒ
ÇÌÏÈ

Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yasin : 36)

(#qßsÅ3Rr&ur
4‘ytƒF{$#
óOä3ZÏB
tûüÅs΢Á9$#ur
ô`ÏB
ö/ä.ϊ$t6Ïã
öNà6ͬ!$tBÎ)ur
4
bÎ)
(#qçRqä3tƒ
uä!#ts)èù
ãNÎgÏYøóãƒ
ª!$#
`ÏB
¾Ï&Î#ôÒsù
3
ª!$#ur
ììřºur
ÒÎ=tæ
ÇÌËÈ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. An-Nur : 32)

ô`ÏBur
ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä
÷br&
t,n=y{
/ä3s9
ô`ÏiB
öNä3Å¡àÿRr&
%[`ºurø—r&
(#þqãZä3ó¡tFÏj9
$ygøŠs9Î)
Ÿ@yèy_ur
Nà6uZ÷t/
Zo¨Šuq¨B
ºpyJômu‘ur
4
¨bÎ)
’Îû
y7ÏsŒ
;M»tƒUy
5Qöqs)Ïj9
tbr㍩3xÿtGtƒ
ÇËÊÈ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ruum : 21)

÷bÎ)ur
÷LäêøÿÅz
žwr&
(#qäÜÅ¡ø)è?
’Îû
4‘utGu‹ø9$#
(#qßsÅ3R$$sù
$tB
z>$sÛ
Nä3s9
z`ÏiB
Ïä!$|¡ÏiY9$#
4Óo_÷WtB
y]»n=èOur
yì»t/â‘ur
(
÷bÎ*sù
óOçFøÿÅz
žwr&
(#qä9ω÷ès?
¸oy‰Ïnºuqsù
÷rr&
$tB
ôMs3n=tB
öNä3ãyJ÷ƒr&
4
y7ÏsŒ
#’oT÷Šr&
žwr&
(#qä9qãès?
ÇÌÈ

Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An-Nisa : 3)

 

 

 

*
¨bÎ)
©!$#
öNä.ããBùtƒ
br&
(#r–Šxsè?
ÏM»utBF{$#
#’n<Î)
$ygÎ=÷dr&
#sŒÎ)ur
OçFôJs3ym
tû÷üt/
Ĩ$¨Z9$#
br&
(#qßJä3øtrB
ÉAô‰yèø9$$Î/
4
¨bÎ)
©!$#
$­KÏèÏR
/ä3ÝàÏètƒ
ÿ¾ÏmÎ/
3
¨bÎ)
©!$#
tb%x.
$Jè‹Ïÿxœ
#ZŽÅÁt/
ÇÎÑÈ

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. (QS. An-Nisa : 58)

$pkš‰r¯»tƒ
ß|¡RM}$#
$tB
x8¡xî
y7În/tÎ/
É̍x6ø9$#
ÇÏÈ
“Ï%©!$#
y7s)n=yz
y71§q|¡sù
y7s9y‰yèsù
ÇÐÈ

Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. (QS. Al-Infithar : 6 – 7)

y‰Îgx©
ª!$#
¼çm¯Rr&
Iw
ts9Î)
žwÎ)
uqèd
èps3Í´¯»n=yJø9$#ur
(#qä9ré&ur
ÉOù=Ïèø9$#
$JJͬ!$s%
ÅÝó¡É)ø9$$Î/
4
Iw
ts9Î)
žwÎ)
uqèd
Ⓝ͖yêø9$#
ÞÅ6yÛø9$#
ÇÊÑÈ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Imran : 18)

`s9ur
(#þqãè‹ÏÜtFó¡n@
br&
(#qä9ω÷ès?
tû÷üt/
Ïä!$|¡ÏiY9$#
öqs9ur
öNçFô¹tym
(
Ÿxsù
(#qèÏJs?
¨@à2
È@øŠyJø9$#
$ydrâ‘x‹tGsù
Ïps)¯=yèßJø9$$x.
4
bÎ)ur
(#qßsÎ=óÁè?
(#qà)­Gs?ur
 cÎ*sù
©!$#
tb%x.
#Y‘qàÿxî
$VÏm§‘
ÇÊËÒÈ

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat Berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa : 129)

 

 

Hadist

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ لَناَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. يَامَعْشَرَ التَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَاَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ باِلصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. (متفق عليه)

 

عَنْ ابن عُمَدَ اَنَّ غَيْللنَ بْتَ سَلَمَةُ اَلتَّقَفِيَّ اَسْلَمَ وَلَهُ مَشْرُ نِسْوَةٍ فىِ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَسْلَمْنَ مَعَهُ فَأَمَرَهُ اَلنَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَنْ يَتَغَيَّرَ اَرْبَعًا مِنْهُنَّ (رواه التومذى وابن ماجاه)

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.

One Response to Seputar Poligami

  1. anang says:

    materi luar biasa.. trima kasih telah berbagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s