Perkembangan Anak

BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

1.1

.

Latar Belakang Masalah


    Seperti yang kita ketahui bahwa banyak terjadi perubahan dalam pertumbuha ank usia Sekolah Dasar dan remaja. Bagi anak usia enam tahun hingga saat-nya individu matang secara seksual, dimana terjadi ketika seorang anak masuk ke kelas 1 (satu) SD bagi sebagian besar anak merupakan suatu perubahan besar dalam pola kehidupan nya, sebab masuknya anak kelas satu SD peristiwa yang sangat penting bagi anak yang dapat mengakibatkan terjadinya perubaha dalam sikap dan prilaku. Usia anak SD ini cenderung berawal dari usia 6 s.d 11 tahun.

    Adapun dalam usia remaja diman pada pembatasanya antar usia 12 s.d 21 tahun masa ini remaja banyaknya terjadi suatu tindakan baik itu perkembangan maupun pertumbuhan yang bersipat menonjol baik mengenai fisik pemikiran maupun yang berhubungan dengan perkembangan lainnya. Intuk itu penulis mengisaratkan bahwa terjadi perubahan se-usia SD dan remaja yangmengarahkan kepada perkembangannya baik itu jasmani yang mengarfahkan kepada keterampilan maupun pemikiran yang bersipat dan lebih pada pengaruh aspek pengembangan apefektif, kognitif, motorik, yang barang kali menjadi suatu masalah bagi penulis “bagaimanakah pertumbuhan serta perkembangan dilihat dari segi kognitif, afektif, serta bagaimana pula implementasi dari suatu kajian agar keterampilan mereka terarhkan dengan baik?

 

1.2. Rumusan Masalah

Sesuai debgan latar belakang masalah diatas maka penulis mencoba membatasi masalah serbagai berikut:

  1. Apa tindakan kita supaya anak bisa mencapai kepuasan yang mereka inginkan dengan tidak melanggar norma?
  2. Apakah pekembangan jasmani anak usia sd remaja bisa menjadikan lebih dewasa pemikiranya dalam mengambil keputusan untuk kebaikan dirinya?

1.3. Prosedur Pemecahan Masalah

    Dalam penelitian penulis menggunakan metode pendekatan kuantitatif, pendekatan ini memusatkan perhatianya kepda frinsif-frinsif umum yanng didapat dalam kegiatan fustaka yang sangat baik untuk dipahami dan juga dimengerti. Untuk pengumpulan data dalm penelitian ini penulis menggunakan metode:
Contens Analicis:

    Penelitian atau metode yang didapat dari buku-buku yang mengkaji tentang masalah yang sedang duji kebenarannya.

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. Perkembangan Anak Usia SD dilihat dari Segi Aspek Fisik,motorik, kognitif dan yang mempenngaruhinya.

    Perkembangan anak usia SD cenderung mempunyai perkembangannya ditandai dengan hal-hal sebagai berikkut:

    Perkembangan fisik:

Umumnya fisiknya lambat dan relatif seragam sampai terjadinya masa pubertas dan terjadi pertumbuhan yang pesat kira-kira 2 tahun mejalang kematangan secara seksual, (masa tenang) yang diantaranya kaki dan tangan menjadi lebih panjang dada dan pinggul lebih besar.

Pertumbuhan fisik ini antara anak laki-laki lebih kuat dari pada perempuan karena perubahan dalam sel-sel otot (Baby fat)

Keadaan berat badan:

  • 6 tahun bagian atas berkem
  • bang lebih lambat dari pada bagian bawah. Anggota badan masih relatif pendek kepala dan perut relatif masih besar. 22,63 kg.
  • Akhir anak-anak tinggi tumbuh 5 hingga 6% dan berat bertambah hingga 10% setiap tahun.
  • 12 tahun berat badan 40-42,5 kg
  • Tinggi badan:
  • 6 tahun rata-rata 46 inci
  • 12 tahun tahun rata-rata 60 inci

Perkembangan Motorik:

Umumnya perkembangan motorik lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa awal anak-anak. Anak lebih terlatih sepat dalm berlari dan makin pandai meloncat, dan juga mampu menjaga keseimbangan badannya. Penguasaan badan seperti meloncat, melakukan berbagai macam latihan senam serta aktivitas olah raga berkembang pesat.

Keadaan tingkatan umur:

  • Usia 6 tahun koordinasi antar mata dan tangan (visiomotorik) yang dibutuhkan untuk membidik, menyepak melempar, dan menyepak juga berkembang.
  • Usia 7 tahun tangan anak semakin kuat dan ia lebih menyukai pensil dari pada krayon untuk melukis.
  • Usia 8 hingga 10 tahun tangan dapat digunakan secara bebas mudah dan tepat. Koordinasi harus halus dimana seorang anak telah bisa menulis (ukuran huruf menjadi lebih kecil dan lebih rapih.
  • Usia 12 tahun anak mulai memperlihatkan keterampian-keterampilan manipulatif menyerupai kemampuan orang dewasa

Perkembangan Kognitif:

Dengan masuknya sekolah dasar berarti dunia dan minat anak bertambah luas, dan dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan dan objek yang sebelumnya kurang berati bagi anak. Adanya ciri negasi (negation), resiprokasi (timbal balik), dan identitas.

Keadaan perkembangan-nya:

  • Dalam keadaan normal pikiran anak usia sekolah dasar berkembang secara berangsur-angsur.
  • Daya pikir imajinatif, dan egosentris menjadi berkembang ke arah berpikir kongkrit, rasional dan objektif,
  • Daya ingat nya menjadi sangat kuat yang menjadikan anak benar-benar berada dalam stadium belajar.

 

Selain perkembangan diatas juga terjadinya perkembangan yang dinamakan memori dan yang terjadi adalah anak berusia tujuh tahun pertama tidak terlihat peningkata yang berarti melainkan pada cara mereka melakukan proses inpormasi menunjukan keterbatasan-keterbatasan dibandingakan dengan orang dewasa. Berbeda dengan memori jangka panjang, terlihat peningkatan seiring dengan penambahan pada masa pertengahan dan akhir anak anak (8 hingga 1a tahun). Karena memori jangka panjang sangat tergantung kepada kegiatan-kegiatan belajar individu ketika mempelajari dan mengimpormasi.

Di dalam peningkatan memori ini harus ada strategi, menurut martlin ada emoat macam strtegi memori yang penting yaitu:

  1. Rehearsel (pengulangan) yaitu salah satu strategi meningkat memori dengan cara mengulangi berkali-kali informasi setelah informasi tersebut disajikan.
  2. Organization (organisasi) seperti pengkatagorian dan pengelompokan merupakan strategi memori yang sering digunakan oleh orang dewasa. Dengan prosedur latiahan mengarahkan anak cepat meberikan pengaruh menjadika strtegi organisasi dan strategi ini ternyata dapat meningkatkan memori mereka anak usia SD.
  3. Imagery (perbandingan) adalah tipe dari karajteristi pembayangan dari seseorang. Para ahli perkembangan sepakat bahwa perbandingan ini bagus untuk membatu peningkatan memori anak.
  4. Retreifel yaitu (pemunculan kembali) adlah proses mengeluarkan atau mengangkat inpormasi dari tempat penyimpanan (chaplin 2002).

Perlu juga diketahui disamping srategi-strtegi memori juga terdapat hal-hal yang lainyang mempengaruhi memori anak, seperti tingkat usia, sipat-sipat anak (termasuk sikap motipasi dan kesehatan) seta pengethuan yangtelah diperoleh anak sebelumnya.

 

  1. Pemikiran kritis dan intelegensi (IQ) anak usia SD.

    1. Pengertian pemikiran kritis serta pertumbuhan dan perkembangan:

Pemikiran kritis adalah pemahaman atau repleksi terhadap permasalahan secara mendalam, memperthankan pikiran akar tetap terbuka bagi berbagai pendekatan dan prespektif yang berbeda tidak mempercayai begitu saja inpormasi-inpormasi yang datang dari berbagai sumber (lisan atau tulisan) dan berfikir secara evaluatif dan reflektif.

Dalam pernyataan yang lain menurut Perkins, jay, dan Tishman bahwa pemikira yang baik meliputi disposisi-disposisi untuk:

  1. Berpikir terbuka, pleksibel dan berani mengambil resiko.
  2. Mendorong pengetahuan intelektual.
  3. Mencari dan memperjelas pemahaman.
  4. Merencanakan dan menyusun strategi.
  5. Berhati-hati secara intelektuual.
  6. Mencari dan mengevaluasi pertimbangan-pertimbangan rasional;
  7. Mengembangkan metakognitf.

Para ahli psikologi dan pendidikan menyadari bahwa anak disekolah tidak hanya harus mengingat atau menyerap secara fasif berbagai impormasi baru melainkan mereka perlu lebih banyak dan belajar bagaimana berfikir secara kritis. Anak harus memiliki kesadaran akan diri dan lingkunngannya.

Dalam usia SD anak harus dikembangkan daya berpikir aktif sehingga si anak memilki kesadaran berpikir, serta akan membuat si anak bergerak lebih maju, apa yang disampaikan dalam proses belajar senantiasa memahami nya dengan seksama. Sehinggga dapat di artikan bahwa guru dan peserta didik saling mengajar dan belajar.

  1. Pengertian Intelegensi

Intelegensi merupakan sebuah sebuah kontrek abtrak yang sulit didefinisikan secara memuaskan. Belum ada pengertian intelegensi secara universal, meski demikian dri ebagian definisi tentang intelegensi dirumuskan secara umum oleh para ahli yang dapat dimasukkan kedalam salah satu dari tiga klasipikasi berikut:

  1. Kemmpuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, beradaptasi, dengan situasi-situasi baru atau menghadapi sesuatu yang sangat beragam.
  2. Kemampuan untuk belajar atau kapasitas untuk menerima pendidikan.
  3. Kemampuan untuk beerfikir secara abstrak menggunakan konsep-konsep abstrak dan menggunakan secara luas sumbol-simbol dan konsep-konsep.

Mengenai hal di atas inteligensi dapat diartikan sebagai kemampuan berpikir secara abtrak memecahkan masalah dengan mengunakan simbol-simbol verbal, dan kemampuan untuk belajar dari dan myesuaikan diri dengan penngalama-pengalaman hidup sehari-hari.

 

  1. Pengukuran intelegensi

Intelegensi pada setiap anak tidak sama untuk mengukur pebedaan dan kemampuan individu tersebut para ahli telah para psikologi telah sejumlah tes intelegensi, tes ini dimaksudkan untuk membedakan antara anak yang dapat mempelajari pelajaran di sekolah dengan baik dan anak-anak yang tidak mampu melaksanakan pelajaran.

Proses intelegensi berangkat dari konsep usia mental (mental Age-MA) yang dikembangkanya. Binet mengangap anak yang terbelakang secara mental secara mental akan bertingkah dan berkinerja seperti anak-anak normal yang lebih muda. Ia mengembangkan norma-norma intelegensi dengan menguji 50 orang anak dari usia 3 hingga 11 tahun yangtidakterbelakang secara mental, anak-anak yang terduga secara mental juga diuji dan ferporma merteka dibanding dengan anak-anak yang usia kronologisnya sama dengan sampel orang yang normal.

Masalah tes intelegiesi ini disempurnaka oleh William Stern (1871-1938) seorang psiokolog Jerman dengan istilah populer hiungga sekarang adalah Intelleligence Quotient (IQ), IQ mennggambarkan intelegensi sebagai rasio antar usia mental (MA) dan usia kronologis(CA), dengan rumus: (IQ=MA:CAx100).

Klsifikasi IQ:

IQ 

klasipijasi 

Tingkat sekolah 

Di atas 139

Sangat superior

Orang yang sangat pandai  

120 – 139

superior

Dapat menyelesaikan study di Universitas tanpa banyak hambatan.

110 – 119

DI atas ra-rata

Dapat menyeleaikan sekolah lanjutan tanpa kesulitan

90 -109

Rata –rata

Dapat mnyelesaikan sekolah lanjutan.

80 – 89

Di bawah rata-rata

Dapat mnyelesaikan sekolah dasar

70 – 79

Borderline

Dapat mempelajari sesuatu tapi lambat

Di bawah 70

Terbelakang secara mental

Tidak bisa menngikuti pendidikan disekolah.

 

  1. Perkembangan masa remaja

Remaja merupakan suatu pariode tertentu dari kehidupan manusia. Bahwa remaja ini adalah masa dimana makana nya adalah perkembangan antara masa anak-anak dan dewasa, yang ditandai oleh perubahan perubahan fisik serta perkembangan kognitif dan sosial. Batasan usia remaja ini umumnya digunakan oleh para ahli adalah antara12 hingga 21 tahun rentang masa fremaja ini dibedakan atas tiga tahap, yaitu: 12-15 tahun masa remaja awal, 15-18 tahun masa remaja pertengahan, dan 18-21 tahun, masa remaja akhir. Tetapi, Monks, Knoers, & haditono (2001) membedakan masa remaja atas empat bagian, yaitu masa pra remaja atau pra-pubertas (10-12 tahun), masa remaja awal atau pubertas (12-15 tahun), masa remaja pertengahan (15-18 tahun), masa remaja akhir (18-21 tahun), remaja awal hingga masa remaja akhir disebut masa adolesen.

Pertumbuhan dan perkembangan masa remaja:

Perkembangan fisik:

Perubahan-perubahan fisik merupakan gejela primer dalam gejala primer dalam pertumbuhan masa remaja yang berdampak pada perubahan psikologis Masa pubertas terjadi kematangan organ-organ seks dan kemampuan repruduktif bertumbuh dengan cepat

Perubahan dalam tinggi dan berat:

Tinggi pada usia 12 tahun laki-laki dan perempuan 59/60 inci.

Tinggi pada usia 18 tahun laki-laki 69 inci dan perempuan 64 inci.

Adapun dalam perubahan berat badan bertambah antara 13 kg bagi laki-laki dan 10 kg bagi perempuan.

Perubahan pubertas:

Pubertas: suatu periode dimana kematangan kerangka dan sexsual terjadi dengan pesat terutama pada awal masa remaja. Kematangan merupakan suatu rangkaian dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang ditandai pada perubahan ciri sexs primer (primary sex characteristics) dan ciri-ciri sexs sekunder (secondary sex chracteristics)

Perubahan ciri-ciri sexs primer:

Bagi anak laki-laki tertuju pada pertumbuhan dari batang kemaluan (penis), kantung kemaluan (scrotum), yang mulai terjadi pada usia 12 tahun, dan berlangsung sekitar 5 tahun, untuk penis dan 7 tahun untuk scrotum, tentis berlangsungn sampai usia 21 tahun, yang oeningkatan panjang penis berangsur-angsur bertambah besar. Serta mengalami mandi basah.

Sedang pada anak perempuan perubahan ciri-ciri seks primer ditandai oleh pariode mentruasi yang pertama kali oleh si gadis, pengembangan indung telur ovarium terletak pada rongga perut wanita bagian bawak. Hormon postorogen yang bertugas untuk mematangkan dan mempersiapkan sel telur sehingga siap untuk dibuahi. Sedang hormon estorogen adalah hormon yang mempengaruhi pertumbuhan sipat-sipat kewanitaan, pembesaran payudara dan pinggul, suara halus dan lain-lain.setrusnya

Perubahan ciri-ciri sexs sekunder

Ciri-ciri sexs sekunder adalah tanda-tanda jasmmaniah yang tidak langsung berhubungan dengan proses reproduksi, namun tanda-tanda yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Diantara tanda-tanda jasmaniah itu diantaramya adalah tumbuh kumis dan janggut, jaku, bahu, dan dada melebar. Tumbuh bulu dari ketiak, dada, di kaki dan di lengan ,suar berat, dan disekitar kemaluan serta otot-otot menjadi kuat. Sedangkan pada perempuan payudara dan pinggul terlihat bertambah besar.suara lebih halus, tumbuh bulu diketiak dan sekitar kemaluan.

Tahapan remaja

Tahap remaja tersebut terbagi dua dalam pemahaman tentang agama, yaitu: 1). remaja mulai memikirka pendidikan pormal operasional dan mulai mengintrograsikan nilai-nilai mereka yang telah dipelajari kedalam suatu sistem kepercayannn yanng lebih rasional. 2). manpu mengambil pertanggung jawaban penuh terhadap kepercayaan gam mereka.

Perubahan dalam proporsi tubuh:

Perubahan-perubahan dalam proposi tubuh selama masa remaja, juga terlihat pada perubahan ciri-ciri diantaranya:

Wajah anak-anak akan mennghilang sepert dahi yang semula sempit sekarang menjadi lebih luas, mulut melebar dan bibir menjadi lebih penuh.

Struktur kerangka terjadi percepatan pertumbuhan sehingga mengakibatkan terjadinya pengurangan jumlah lemak dalam tubuh.perkembangan otot anak laki-laki lebih cepat dari pada perempuan.

Perkembangan kognitif :

Pase remaja merupakan masa pertumbuahan otak mencapai kesempunaan sistem sarap dapat memproses impormasi berkembang lebih cepat.

Mampu merencanakan dan mengerjakan tingkat tinggimampu mempertmbangkan moral dan tingkat kesadaran yang baru. Yang kemudian dengan kekuatan baru tersebut dalam penalaran yang dimilikinya menjadikan remaja mampu berbuat pertimbangan dan melakukan perdebatan sekitar topik-topik abstrak tentang manusia, kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan keadilan.

Pengembangan dalam pengambilan keputusan

Dalam pengambilan keputusan ini remaja tua lebih berkopenten dari pada remaja yang lebih muda, sekaligus lebih kopenen dibanding dengan usia SD.

Perkembangan pemahaman tentang agama:

Moral dan agama merupak hal kognitif yang harus dibangun karena merupakan yang kognitif dalam kajian psikologi. Karena agama merupakan sebuah kerangka moral sehingga membuat seseorang mampu membadingkan tingkah lakunya. Masa remaja akan semakin luas pemahan nya tentang agama sehingga dalam ulasan nya tentang kebebasan, pemahaman dan penghayatan, memliki sipat keabtrakan. Sehingga bisa mempertimbangkan dengan seksama melalui naluri dan intuisinya.

 

Sub tahap perkembangan identitas 12- 14 tahun remaja menyadari bahwa ia berbeda secara psikologisdengan orang tuanya. 14-15 tahun remaja mengetahui segala-galanya dan dapat melakukan sesuatu tanpa salah. 15-18 remaja karena kesedihan dan kekawatiran yang dialaminya remaja telah mendorong mereka untuk menerima kembali sebagai otoritas orang tuanya tetapi dengan bersyarat.

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. Kesimpulan

Sebagai mana yang trelah dibahas di depan bahwa di dalam tahapan-tahapan usia anak tersebut berbeda karakter yang bersipat jasmaniah maupun aspek aspek yang lain yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuahan anak dan remaja. Karakeristi anak dan remaja berbeda namun demikian tugas bagi kita untuk mempedulikannya supaya mempunya tabiat, prilaku yang saleh yang sesuai dengan nilai dan norma qur’ani.

Dalam hal ini tentu yang menjadi kewajian kita adalah menngemban mereka dengan hati yang tulus sehingga identitas diri nya dapat terealisasikan dengan baik yang tentunya mereka akan sadar akan kebenaran identitas nya apa sebenarnya dan untuk apa hidup didunia serta mempunyai agenda yang baik bagi pertumbuahan dan perkembangan intuisi mereka.

 

  1. Saran
  • Perlakukan lah dengan baik mereka dengan penuh kasih sayang karrena mereka merupakan pigur di masa yang kan datang.
  • Jadikanlah mereka sebagai tempat berbagi pengalaman supaya mereka termotipasi untuk berjuang dalam mengembangkan intuisi mereka agar terrealisasikan dengan baik.

 

 

 

DAFTAR FUSTAKA

  • Purwanto, Yadi, “Spritual Quatient dan penddikan rohaniah”, Kongres Psikologi Islam 1(makalah), Solo 2003
  • Desmita, Psikologi Perkembangan, PT Remaja Rosda Karya, Bandung 2006.

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR         i

DAFTAR ISI        ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

. Latar Belakang Masalah

        1


1.2. Rumusan Masalah        1

1.3. Prosedur Pemecahan Masalah        2

BAB II PEMBAHASAN

  1. Perkembangan Anak Usia SD dilihat dari Segi Aspek Fisik,

    motorik, kognitif dan yang mempenngaruhinya.        3

  2. Pemikiran kritis dan intelegensi (IQ) anak usia SD.         5

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan        11
    1. Saran        11

DAFTAR PUSTAKA        12

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita, shalawat dan salam semoga terucurah limpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabatnya dan kita sebagai penerusnya sampai akhir zaman.

Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membaca makalah ini. Atas segala saran, dukungan dan nasihatnya, serta kepada semua pihak yang memberikan dorongan dan membantu, hingga selesainya makalah ini, semoga amal baik semuanya mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.

Karya ilmiah ini kami susun berdasarkan sumber yang kami baca, pelajari dan kami pahami dengan segala keterbatasan. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan dalam penulisan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak untuk perbaikan makalah yang selanjutnya.

 

 

Bandung, Mei 2007

 

 

Penulis

 

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Informasi, Inspirasi, Makalah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s