Contoh PTK

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Kurang lebih 11 tahun SMP Plus Al-Aqsha Cibeusi, Jatinangor-Sumedang berdiri, dan sekolah ini banyak ditekankan dengan materi keagamaan. Oleh karena itu, pendidikan pelajaran agama islam di sekolah ini sangat diperioritaskan. Dan dengan sistem ini, sekolah ini semakin maju, dan hampir setiap tahunnya siswanya lebih dari 300 orang.

Metode pembelajaran yang biasa dilakukan disekolah tersebut adalah metode ceramah. Jarang gurumenggunakan metode diskusi. Maka penulis berinisiatif igin menerapkan metode diskusi dalam proses pembelajaran tersebut.

Munculnya kesadaraan betapa pentingnya pariasi metode mengajar, diantaranya metode diskusi. Penulis akhirnya melakukan penelitian tindakan kelas untuk mecari terobosan-terobosan baru yang bisa meningkatkan semagnat siswa rajin belajar.

  1. Tujuan

Ada beberapa tujuan yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian, diantaranya :

  1. Untuk memenuhi tugas laporan pada mata kuliah Pemantapan Kemampuan Lanjutan yang diberikan oleh Program Akta Mengajar, FKIP Univesitas.
  2.     Untuk meningkatkan daya partisipasi siwa dalam berbicara ketika proses diskusi berlangsung sehingga dapat memperlancar    KBM pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
  3. Untuk mengubah budaya diam tanpa bertanya disaat tidak, memahami pelajaran yang sedang dipelajari.

  1. Proses Penulisan

Secara garis besar proses penulisan laporan ini dilakukan setelah melakukan beberapa tahap, yaitu tahap pengidentifikasian masalah, perencanaan tindakan perbaikan, pelaksanaan tindakan perbaikan. refleksi, pengumpulan data, dan terakhir tahap penulisan laporan Penelitian Tindakan Kelas.

Tahap pertama, penulis melakukan identifikasi masalah. Diantara masalah

masalah yang terkait dengan proses dan hasil pembelajaran penulis harus menyisihkan masalah yang kurang urgen, dan mengambil satu persoalan yang sangat penting dan mendesak sifatnya. Berawal dari pengidentifikasian masalah inilah penulis melewati tahap-tahap berikutnya.

Setelah menentukan masalah yang akan dijadikan fokus dari penelitian tindakan Kelas ini, penulis kemudian merencanakan dan merancang langkah-langkah perbaikan apa saia yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Diperlukan kecerdasan dan pengalaman agar dapat merancang tindakan-tindakan perbaikan yang tepat.

Rancangan perbaikan kemudian diujikan langsung dalam pelaksanaan tindakan perbaikan. Sejauhmana keberhasilan rancangan perbaikan tersebut dapat diketahui melalul kegiatan refleksi.

Langkah berikutnya adalah mengumpulkan semua data yang ada, dari mulai pingidentifikasian masalah sampai dengan langkah refleksi untuk digunakan sebagai bahan penulisan laporan Penelitian Tindakan Kelas ini. Terakhir, laporan ini ditulis dengan menggunakan data-data yang telah tersedia.

  1. Identifikasi Masalah

Pada awalnya penulis sangat bingung mencari permasalahan yang akan dijadikan penelitian dalam tugas mata kuliah pemantapan kemampuan mengajar lanjutan, dalam hal ini melakukan penelitian tindakan kelas ( PTK ).

Masalah yang diambil penulis dalam penelitian tindakan kelas ini menyangkut kurangnya motivasi siswa dalam berdiskusi pada pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Setelah diidentifikasi akhirnya diambil masalah yang akan dijadikan bahan untuk penelitian tindakan kelas, yaitu :

  1. Rendahnya partisifasi siswa dalam berdiskusi selama dalam proses pembelajaran.
  2. Sebagaian besar anak tidak bisa aktif dalam diskusi.
  3. Siswa sering tidak memperhatikan apabila proses diskusi berlangsung.

  1. Analisis dan Perumusan Masalah

Setelah kita mengidentifikasi masalah, selanjutnva kita melakukan, analisis, mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur. analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau yang di sebut refleksi_dan dapat pula dengan mengkaji ulang berbagai dokumeni seperti pekerja siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, atau bahkan mungkin baban pelajaran yang kita siapkan. Semua ini tergantung dari jenis masalah yang kita identifikasi. Untuk masalah yang saya hadapi melakukan analisis sebagai berikut :

  1. Menganalisis proses pembelajaran yang dilakukan, kemudian mengkaitkan dengan persentase siswa yang mampu berdiskusi.
  2. Menganalisis pertanyaan yang diajukan, apakah pengungkapan pertanyaan secara jelas dans singkat, apakah memberikan acuaan, apakah memusatkan kerapihan perhatian, apakah menyebarkan pertanyaan, apakah memberikan waktu berpikir dan apakah memberikan tuntunan.
  3. Menganalisis proses pembelajaran yang dilakukan, apakah bahan pembelajaran yang diberikan ecukup menantang atau membosankan
  4. Melakukan refieksi terhadap perilaku mengajar

Dan hasil analisis diatas saya dapat mempertajam masalah yang dlhadapi serta menetapkan maslah dan yang paling mendesak untuk dibenahi dan penelitian khusus. Misalnya dari hasil analisis tersebut saya menentukan bahwa:

  1. Hanya siswa tertentu yang aktif berdiskusi yang lain jarang. Atau sama sekali tidak aktif.
  2. Dan’ analists proses pembelajaran, pembelajaran yang diajukan, tidak menarik perhatian siswa dan kuranngnya alat peraga sehingga siswa banyak yang tidak tertarik.
  3. Dari pertanyaan yang guru ajukan, saya menemukan bahwa pertanyaan yang diajukan kurang jelas, kurang memberikan acuan, kurang memberikan waktu berpikir., dan kurangmya memberikan tuntunan. Sehingga siswa sering kesulitan untuk menjawab.
  4. Dari refleksi yang saya lakukan, saya merasa biasa-biasa saja hanya saja saya jarang memberikan alat peraga yang lengkap, dan saya jarang memberikan acuan serta waktu berpikir pada siswa.

  1. Rencana Perbaikan

Berdasar masalah yang telah dirumuskan, maka saya membuat rencana tindakan atau rencana perbaikan dari hasil kajian yang dilakukan, saya membuat aternatlif sebagai berikut :

  1. Melakukan proses pdiskusi yang berpariasi supaya siswa dapat meningkatkan pastisipasi dalam berdiskusi.
  2. Bahan belajar Pendidikan Agama Islam cukup menank jika sesuai dengan perkembangan siswa, disajikan dengan berbagi pariasi, menambah alat peraga yang menarik, menuntut siswa untuk berpikir serta menyajikan wacana yang temanya akerab dengan lingkungan sekolah.
  3. Memberikan motivasi kepada siswa agar senang berdiskusi.
  4. Memberikan pertanyaan yang sesuai dengan komponen keterampilan bertanya lanjut.

BAB II

PELAKSANAAN PTK

  1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan PTK

Tempat pelaksanaan yang saya laksanakan yaitu di SMP PLUS Al-Aqsha

Jatinanggor. Waktu pelaksanaan yaitu pada tanggal 2 sampai dengan 16 Mei 2006.

Saya melakukan praktek di SMP Plus AI-Aqsha Jatinanggor, karena kebetulan saya merupakan GTT di sana, sehingga saya tidak terlalu sulit untuk melakukan penelitian ini.

  1. Prosedur Pelaksanaan PTK

Pada pelaksanaanya proses pengajaran ini terdiri atas tahapan kegiatan yang dilakukan yang harus dilaksanakan dan harus menempuh prosedur yang sudah ditentukan prosedur ini harus ditempuh dengan tahapan-tahapanya.

Dalam pelaksanaan PTK ini, penulis di Bantu oleh seorang pengamat yaitu Bapak Zulfakri, S.Pd. Beliau merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang bertugas sebagai pengamat dan memberikan masukan-masukan selama pembelajaran PTK berlangsung,

Pelaksanaan PTK ini diawali dengan kegiatan pra tindakan yang meliputi kegiatan-kegiatan :

  1. Mengidentifikasi masalah dan mendiskusikan permasalahan yang muncul dibantu oleh teman sejawat
  2. Merumuskan dan menentukan prioritas masalah
  3. Mendiskusikan dengan pengamat menyangkut rencana kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan meliputi penelitian jenis pengumpulan data dan pengolahan yang tepat, jenis dan jumlah materi yang di ujicobakan.

Setelah pra kegiatan selesai, berikutnya dalah tahapan tindakan yang meliputi kegiatan :

  1. Membuat perisapan pembelajaran.
  2. Mempersiapkan alat-alat pembelajaran
  3. Melaksanakan Pembelajaran.
  4. Menganalisis dan merefleksikan pelaksanaan pembelajaraan.
  5. merancang ulang untuk pembelajaraan siklus berikutnya

Selanjutnnya kegiatan pasca kegiatan yang dilaksanakan setelah proses pernbelajaran PTK selesai, meliputi :

  1. Melaksanakan wawancara dengan beberapa siswa tentang kesulitan-kesulitan yang dlhidapi selama mengikuti proses pembelajaran.
  2. Mendiskusikan hasil proses pembelajaran dengan pengamat mengenai masukan atau saran tentang kekurangan dan kelebihanya.
  3. Mengelola dan menganalsis hasil obervasi, wawancara dan masukan dan pengamat.
  4. melakukan evalusasi terhadap proses pembelajaran yang telah di laksanakan.
  5. menarik kesimpulan dari basil pembelajaran tadi kemudiaan mempersiapkan perbaikan -perbaikan unruk pembelajaran -pembelajaran berikutnya.
  1. Pengalaman Unik

Ada beberapa hal yang unik dan cukup menarik yang terjadi selama proses perbaikan pembelajaran ini :

  1. Pengalaman unik pertama tetntu berkaitan dengan kerepotan mengatur siswa agar mereka mampu berdiskusi dengan baik.
  2. Menciptakan kondisi tertentu, agar terciptanya diskusi yang hidup, dinamis dan mendapatkan kesimpulan atau pegetahuan yang banyak unutk bekal siswa.
  3. Pengalamn unik lain yang sangat berharga, yaitu ternyata metode ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas diskusi siswa, disisi lain metode diskusi ini membantu siswa melatih cara berbicara yang sistematis. Kualitas berbicara didepan public merupakan salah satu penghalang bagi tercapainya kompetensi berbicara.

BAB III

TEMUAN

  1. Hasil Pengelolaan dan Refleksi

Setelah keempat pembelajaran Pendidikan Agama Islam direncanakan selesai, selanjutnya mengelolah semua data yang terkumpul dari keempat pembelajaran. Pertma, mengumpulkan data yang berkaitan dengan partisifasi siswa dalam berdiskusi. baik dan hasil observasi, catatan guru maupun hasil wawancara. setelah itu mengumpulkan data yng berkaitan dengan.jenis pertanyaan yang diajukan dalam diskusi. Kedua, Jenis data ini diolah dan dipasangkan satu dengan yang lalan . data ini kemudian diperkaya catatan harian yang dibuat dari hasil dengan teman sejawat yang mengamati.

Dalam proses pembelajaran yang saya lakukan ternyata proses diskusi itu sulit sekali diterapkan oleh anak didik, sehingga mereka diskusinya selalu pasif.

  1. Deskripsi Temuan

Selama penelitian tindakan kelas ini berlangsung, ada banyak temuan-temuan baru yang sangat berarti. Diantara temuan-temuan itu adalah sebagai berikut :

  1. Motivasi siswa untuk berdiskusi pada awalnya bukan karena kesadaran bahwa seorang siswa kelas VIIIC, bahwa harus berdiskusi dengan aktif. Akan tetapi, lebih tepat siswa melakukannya karena takut terhadap punishment yang mungkin akan diberikan guru kepada siswa yang tidak melakukan tugas dengan baik.
  2. Kondisi yang diciptakan untuk kelas VIIIC berjalan dengan sedikit keterpaksaan. Seluruh siswa belum merasakan suasana yang enjoy pada saat melakukan aktivitas tersebut.
  3. Siswa yang mengikuti diskusi dengan baik lebih cakap dalam berbicara, lebih berani dalam hal-hal cakap dalam berbicara, lebih berani dalam hal-hal yang positif, dan lebih percaya diri.

  1. Argumentasi Hasil Temuan

Pada sub sebelumnya sudah dikemukakan mengenai tmuan-temuan yang didapatkan penulis selama penelitian tindakan kelas ini berlangsung. Berikut merupakan argumentasi dari temuan-temuan tersebut.

  1. Temuan yang pertama, mengenai motivasi siswa yang belum tepat atau belum lahir dari kesadaran masih bisa diterima. Mengubah paradigma berfikir siswa tetang betapa pentingnya diskusi bukanlah perkara yang mudah. Membutuhkan banyak latihan yang tidak sebentar untuk mengubahnya. Hal ini terjadi karena memangsiswa tidak biasa berdiskusi, apalagi membudayakannya. Mungkin pada awalnya mereka berdiskusi karena ada punishment, tetapi inssya Allah kalau sering banyak latihan mereka akan suka dan ingin terus berdiskusi.
  2. Mengenai kondisi khusu yang diciptakan untuk seluruh kelas VIIIC pada awalnya mungkin ada sedikit keterampilan. Siswa belum menikmati sepenuhnya kondisi tersebut. Mengapa ini bisa terjadi ? pada saat siswa berada pada kondisi belajar yangbaru dan tidak sesuai dengan kebiasaan lama, maka siswa melakukan tugas tersebut dengan agak kaku. Akan tetapi kalau setiap siswa mempunyai kesadaran bahwa diskusi itu menyenangkan, maka kondisi baru ini akanbenar-benar menyenangkan.
  3. Penulis dengan yakin menuliskan bahwa target yang ditentukan dari awal bisa tercapai, apabila semua pihak yang terkait dengan penelitian ini melakukannya dengan disiplin. Siswa harus berdisiplin dalam berdiskusi, begitupun guru harus lebih disiplin agar smeua berjalan sesuai yang diharapkan.

  1. Pembahasan

Berdasarkan data yang, diperoleh selama mengerjakan praktek mengajar dalam hal inil melakukan penelitian tindakan kelas di sekolah, tempatnya SMP Plus Al-Aqsha Cibeusi Jatinangor, selanjutnya penulis akan melakukan pembahasan pada hasil tersebut. Pembahasan dilakukan dengan cara melaporkan hasil penelitian yang dilalukan di lapangan memberi metode yang tepat dalam diskusi sehingga siswa aktif dalam diskusi, dan mempunyai keberanian untuk memberikan pendapatnya, sehingga diskusi menjadi hidup.

Setelah melakukan diskusi dengan teman sejawat dann merefleksikan sendiri, maka saya melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses pembelajaran salah satunya dengan terus memotivasi anak dan banyak berdiskusi di kelas, sehingga anak menjadi terbiasa

Memang hasil yang kita peroleh dengan melakukan penelitian tindakan kelas ini masih jauh dan sempurna, tetapi dan adanya peningkatan dari siswa dan partisifasi. dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru maka akan membuat guru dalam hak ini saya sendiri untuk lebih meningkatkan profesionalisme seorang guru dalam melakukan proses pembelajaran.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN TINDAKAN LANJUT

  1. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Dengan mengunakan variasi belajar yang benar dan baik akan membuat siswa antusias dalam belajar.
  2. Dengan seringnya berdiskusi, siswa akan senang dan terbiasa, sehigga mereka menyukai metode ini.

  1. Saran dan Tindakan Lanjut

Setelah mengadakan penelitian dan pembahasan, maka penulisa mencoba memberikan saran yang mungkin dapat menjladi masukan, yaitu ,

  1. Dalam melakukan proses pembelajaran jangan terpaku pada satu metode tetapi harus menggunakan berbagai variasi belajar yang baik dan benar sehingga proses pembelajaran tidak membosankan.
  2. Variasi harus disesuakan dengan kondisi dan situasi kondisi siswa pada saat dalam proses pembelajaran

MENYIKAPI RENDAHNYA MOTIVASI SISWA UNTUK BERDISKUSI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah

Pemantapan Kemampuan Mengajar Lanjutan

(IDIK4408)

Disusun oleh:

A S O H

014 515 582

PROGRAM AKTA MENGAJAR

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TERBUKA

UPBJJ BANDUNG

2006
LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Nama         : Asoh

NIM         : 014515582

Program Studi     : Akta Mengajar

Tempat mengjar     : SMP Plus AL-Aqsha, Jatinangor-Sumedang

Jumlah Pembelajaran     : 4 Pembelajaran

Tmpt / Tgl Pelaksanaan     : 5, 12, 19, 26, April dikelas VIIIC SMP Plus Al-Aqsha

Masalah focus PTK     : Rendahnya Motivasi Siswa untuk Berdiskusi

dalam Proses Pembelajaran

        Jatinangor, Mei 2006

    Supervisor     Mahasiswa

    Zulfakri, SPd.I     Asoh

KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat llahi Robi yang telah memberikan nikmat sehingga kita masih diberi kesempatan untuk menjadi kholifah di muka bumi ini.

Tidak lupa solawat dan salam kita limpahkan kepada junjunan kita yakni Nabi Muhamad SAW yang telah membawa manusia dari jaman kegelapan ke jaman terang benderang seperti yang kita rasakan sekarang ini.

Laporan ini berjudul ” Menyikapi Rendahnya Motivasi Siswa untuk Berdiskusi dalam Proses Pembelajaran Kelas VIIIC“. Penulis mencoba mencari terobosan-terobosan baru untuk, meningkatkan kualitas membaca yang memang selama ini didominasi budava kelisanan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi dalam laporan ini khususnya kepada Bapak Zulfakri, S.Pd.I, yang telah berkenan menjadi supervaiser dalam penelitian ini, dan tentunya rasa terima kasih juga kepada kepala sekolah SMP Plus Al-Aqsha, Drs Mahlis Aliyudin, M.Ag.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna karena ltu tak ada gading yang tak, retak. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya keritik dan saran dari pihak yang terkait.

Jatinangor Mei 2006

Penulls

BIODATA SUPERVISOR

Nama     : Zulfakri,, S.Pd.I

Pendidikan terakhir     : S-1 Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jawa Timur.

GMP     : Pendidikan Agama Islam (PAI)

Pengalaman Kerja     : 2 Tahun mengajar di SMP Plus Al-Qur’an-Aqsha

Alamat Sekolah     : SMP Plus Al-Qur’an Aqsha Jalan Raya Cibeusi, Jatinangor – Sumedang 45363

Alamat Rumah     : Komplek SMP Plus Al-Aqsha Jalan Raya Cibeusi No. 2 Jatinangor-Sumedang 45363

Jatinangor, April 2006

Supervisor

Zulfakri, SPd.I

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan        i

Kata Pengantar        ii

Daftar isi        iii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang        1
  2. Tujuan         1
  3. Proses Penulisan        2
  4. Identifikasi Masalah        3
  5. Analisis dan Perumusan Masalah        3
  6. Rencana Perbaikan        5

BAB II
PELAKSANAAN PTK

  1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan PTK        6
  2. Prosedur Pelaksanaan PTK        6
  3. Pengalaman Unik        8

BAB III TEMUAN

  1. Hasil Pengelolaan dan Refleksi        9
  2. Deskripsi Temuan        9
  3. Argumentasi Hasil Temuan        10
  4. Pembahasan        11

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN TINDAKAN LANJUT

  1. Kesimpulan        12
  2. Saran dan Tindakan Lanjut        12

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMEDANG

SMP PLUS AL-AQSHA

Jln . Raya Cibeusi No. 02 Jatinangor-Sumedang

DAFTAR HADIR SISWA KELAS VIII C

(Wali Kelas : Momo)

Tahun Pelajaran : 2005/2006

<td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top: none; border-left: none; border-bottom: solid 1pt; border-right: solid 1pt;”>

No

Nama Siswa

L/P

Hari/Tanggal ……………….. Jam ke …….

KET

1

2

3

4

5

6

7

8

S

I

A

Ajeng Sayyidatuzzahra
Annisa Puspitasari
Arif Firman Muharrom
Dian Nuraeni
Eko Yang Yang
Fitri Halimatussaadah
Fitriani Rosa Santika
Gagan Nurohmansyah
Hilman Kusmayadi
Iim Imas Rosidah
Ikbal Alim
Inta Puji Paujiah
Kiki Nur Rizki
M. Abdul Aziz
M. Ilham Suryana
M. Rifa’i Nur
Nita Munggarwati
Nyayu Khoerunnisa
Romandi Putra
Rofiqoh Hurwahidah
Santi Sonjaya
Sartika Pratiwi
Vina Noviana
Wawan Setiwan

About RA Miftahul falah

Membangun Negeri dengan membina generasi islami
This entry was posted in Download, Skripsi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s